Aroma Wangi Kayu Putih Namlea

/ Minggu, 19 Juni 2016 / 01.46
Siapa yang tidak mengenal minyak kayu putih yang aromanya begitu menyatu dengan aroma wangi bayi sehabis dimandikan ? Siapakah yang tidak tahu bahwa minyak kayu putih asli dan berkualitas tinggi berasal dari negeri kita sendiri, dan itu artinya dari Maluku (seringkali orang menyebutnya dengan Ambon saja) ?

Benar…Ambon, Maluku kaya dengan hasil rempah-rempah. Minyak kayu putih yang berasal dari Pulau Buru paling dikenal memiliki kualitas prima. Itulah yang menjadikan Pulau Buru sebagai pulau penghasil minyak kayu putih. Di Pulau Buru, pohon kayu putih sangat mudah tumbuh.

Bagaimana penduduk yang sederhana di Namlea ini melakukan proses penyulingan?

Bahan dasar penyulingan kayu putih adalah daun kayu putih yang dipetik dari hutan dan sudah dibersihkan. Alat yang digunakan adalah ketel dari kayu kuning dan tungku dengan bahan bakar kayu.

Proses penyulingan diawali dengan memasukkan daun ke dalam ketel. Selanjutnya, ketel ditutup rapat agar uapnya tidak keluar. Kayu dimasukkan ke dalam tungku dan dibakar. Penyulingan berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

Di dalam ketel, daun kayu putih akan mengeluarkan minyak. Minyak itu akan mengalir keluar melalui lubang di bawah ketel. Minyak yang keluar pertama kali, bagaikan perasan santan kelapa pertama, disebut kepala satu artinya minyak dengan kualitas nomor satu. Aromanya menyengat, terasa lebih panas, dan berwarna agak lebih gelap. Setelah kepala satu, keluarlah minyak berikutnya yang disebut kepala dua dan seterusnya.

Nah…..minyak kayu putih siap untuk digunakan sebagai obat-obatan atau sekadar memberikan aroma wangi bagi Anda.

Ingin menyaksikan langsung proses penyulingan minyak kayu putih ini langsung di lokasi Pulau Buru? Jangan kuatir, bukan tempat yang sulit,para wisman (wisatawan mancanegara) pun telah banyak mengunjungi daerah ini.

Untuk menuju pulau Buru, wisatawan bisa menaiki feri yang berangkat dari Pelabuhan Galala di kota Ambon setiap hari pada pukul 17.00. Dengan menggunakan feri tersebut Anda akan menempuh waktu selama 12 jam untuk tiba di Namlea.

Alternatif lain dengan menggunakan kapal cepat yang bertolak dari pelabuhan Yos Sudarso di kota Ambon. Dengan kapal cepat perjalanan dipersingkat menjadi 4 jam. Tarif kapal cepat rute Ambon – P. Buru adalah sekitar Rp.120 ribu untuk kelas non-kamar dan Rp. 300 ribu untuk kelas kamar.

Betapa kayanya Indonesia. Betapa keharuman kayu putih dari Namlea ini bagaikan lampaian tangan kepada para wisatawan untuk berkunjung.

(Beritadaerah)
Komentar Anda

Berita Terkini