Dendam Politik Hantui Birokrasi Halsel

/ Minggu, 26 Juni 2016 / 00.38
Dua Pekan Dilantik Langsung Nonjob

LABUHA, NUSANTARATIMUR- Dendam politik pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan terpilihnya Bahrain Kasuba dan Iswan Hasim Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, tampaknya menghantui sejumlah pejabat birokrasi di Kabupaten Halsel.

Data yang diperoleh NUSANTARATIMUR.COM, setelah dilanti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halsel BahrainKasuba dan Iswan Hasim, pada 23 Mei satu bulan lalu, dalam dua pecan kemudian langsung menonjobkan sejumlah pejabat eselon II, salah satunya Hartono, selaku Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Halsel, di copot dari jabatannya dan dipindahkan ke salah salah satu Sekolah Menengah Umum (SMU) di Kecamatan Obi sebagai guru pengajar.

Hal tersebut merupakan sebuah ancaman bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Halsel, atas kebijakan yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bahrain Kasuba dan Iswan Hasim, yang beru sebulan menjabat sebagai Bupati Halsel.

Kebijakan tersebut, tampaknya membuat anggota DPRD Kabupaten Halsel merasa tidak puas dan meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Halsel periode 2016-2021, agar lebih fokus melaksanakanprogram pemerintahan secara profesional untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Halsel.

Hal itu diutarakan M. Likur, anggota Komisi II DPRD Halsel, pada Sabtu (25/6) Ia menuturkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati, harusnya lebih fokus pada program-program yang lebih besar yang perlu diperioritaskan, bukan mengedepankan dendam politik yang nantinya memunculkan kegaduhan di birokrasi Halsel, sehingga kerja-kerja pemerintahan nantinya menjadi tidak terfokus.

"Bupati memiliki hak progratif dalam melakukan penyegaran di birokrasi, namun bukan berarti menjadi tugas utama, karna masih ada program yang lebih besar lagi yang harus di perioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat," akuh M. Likur. (SNR)
Komentar Anda

Berita Terkini