Kadis di Halsel Terus Berguguran

/ Rabu, 29 Juni 2016 / 03.23
HALSEL, Nusantaratimur.com- Satu persatu, kepala Dinas (Kadis) di Kabupaten Halmahara Selatan (Halsel) terus berguguran. Mereka terus digusur oleh Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim. Tercatat sejak dilantik kurang lebih satu bulan lalu, sudah lima pimpinan SKPD di copot.

Anehnya pencopotan mereka hanya dengan menggunakan surat tugas. Bupati dan Wabup Halsel seakan tak peduli dan hiraukan larangan melakukan pergantian sebagaimana isyarat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dari empat kadis yang dinonjobkan diantaranya Kadis Pariwisata dan Pemuda Olahraga M. Hartono Albaar, Kadis Perindag Maslan Hi Hasan, Kadis Perhubungan Ahmad Rajak dan yang terbaru yakni Kadis Nakertras Noce Totonohu, BPUP dan Keluarga Berencana dan Taskin, Saanung Tuahena yang dinonjobkan sekitar dua hari lalu.

Informasi yang diperoleh Nusantaratimur, menyebutkan, Kadis yang diganti tidak hanya terbatas pada lima orang ini. Beberapa nama juga belakangan mencuat akan digusur dalam waktu dekat. Diantaranya kepala BPMD Iksan Subur dan Kepala Dinas Kesehatan dr Juri Hendrajadi.

Menariknya, sebagian besar pejabat yang dinonjobkan ini adalah mereka yang sebelumnya diketahui mendukung secara terang-terangan Bahrain - Iswan pada Pilkada lalu.

Soal pergantian pejabat yang bertentangan dengan paraturan perundang-undangan sebelumnya disorot sejumlah kalangan termasuk anggota DPRD. Bahkan DPRD pun mengancam akan menggunakan hak interpelasi yang dapat berujung pada impecment terhadap bupati dan wabup.

Namun ancaman itu tidak membuat Bupati Kasuba ciut. Justru dia terus melakukan pergantian pejabat serta melakukan mutasi terhadap ratusan PNS.

Kabag Humas Setda Halsel, Fahri Nahar dikonfirmasi Minggu (26/6) nonjobnya Kadis Nakertrans, enggan menanggapi. Pesan singkat yang dikirim ke ponselnya juga tidak dibalas.

Meski begitu, Fahri sebelumnya mengaku, pergantian para pejabat itu dalam rangka percepatan pelayanan publik. Karena itu, tidak bertentangan dengan paraturan perundang-undangan. Selain itu, menurut Fahri, para kadis yang dicopot tidak bisa lagi diajak kerja sama. (SNR)
Komentar Anda

Berita Terkini