Realisasi Kegiatan Fisik Terlambat, Dinas PU Malut Tuduh ULP

/ Kamis, 28 Juli 2016 / 05.19
SOFIFI -   Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara, Dianggap lambat untuk merealisasikan kegiatan fisik untuk pembangunan infrastruktur  yang dirancang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016.

Pasalnya,  alokasi anggaran tahun ini  yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) senilai  400 Miliar, hingga memasuki triwulan II  tahun anggaran 2016 sebagian besar belum  direalisasikan.

Kadis PU Pemprov Malut, Abdul Kader Hamzah, mengatakan  alasan keterlambatan realisasi kegiatan fisik, disebabkan  paket pekerjaan masih dalam tahap pelelangan  di Unit Layanan Pelelangan (ULP), karena keterbatasan personilnya  pada ULP  ini menyebabkan keterlambatan, sedangkan paket yang akan ditayangkan di ULP sebanyak 100 paket.

" Ini baru di Dinas PU belum lagi SKPD lain, sehingga kekurangan personil ULP inilah yang membuat pelaksanaan lelang setiap paket jadi terlambat" ungkap Abdul Kader, kepada Nusantaratimur.com, rabu (27/07).

Dia menjelaskan,  total dari anggaran sebesar 400 Miliar semuanya bukan diperuntuhkan kegiatan fisik saja, namun itu dibagi pada kegiatan lain seperti 300 Miliar   untuk belanja infrastruktur dan sisanya kurang lebih 100 Miliar  kebutuhan belanja Pegawai dan penunjang lainnya di Dinas PU Malut.

Lanjut dia,  penyerapan anaggaran yang baru terserap Khusus Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai  89 Miliar dan itu rata-rata uang mukanya sudah cair,  sementara ketersediaan anggaran dengan kondisi pelaksanaan lelang yang terlambat sangat berdampak pada pekerjaan nanti.

Selain itu,  dia juga memastikan pada pelaksanaan nanti akan diselesaikan sesuai kontrak dengan jumlah anggaran yang belum terserap, sedangkan  disisi lain,  gubernur memerintahkan agar saat ini tidak dilakukan peluncuran kegiatan sebab akan menimbulkan hutang.

“ Arahan Gubernur pelaksanaan kegiatan disesuaikan kemampuan keuangan daerah” ujarnya. (Oen)
Komentar Anda

Berita Terkini