DPRD Halsel Temukan Sekolah Tak Berpenghuni, SMAN 9 Terancam Ditutup

/ Rabu, 03 Agustus 2016 / 01.11
LABUHA, Nusantaratimur.com-  SMA Negeri 9 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Wayaloar Kecamatan Obi Selatan, terancam ditutup. Hal tersebut, terungkap pada saat kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Halsel, dari Dapil Obi, M. Likur Latif, pada Sabtu (30/7) pekan kemarin, tidak menemukan aktifitas belajar mengajar.

M. Likur, Anggota DPRD Halsel, didampingi Camat Kecamatan Obi Selatan, Fredo Y. Kodobo, dan Kepala Desa Wayaloar, Remon Makasar, saat berkunjung tepatnya pada pukul 09.45. waktu setempat, tidak menemukan aktifitas belajar mengajar. Ironisnya, pada saat kunjungan Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini, tidak menemukan satupun siswa-siswi, guru, bahkan kantor dewan guru juga ditutup, sehingga tidak terlihat aktivitas disekolah. “Saya dengar laporan dari warga, makanya memastikan informasi tersebut benar atau tidak, saya harus cek langsung ke lokasi,” kata M. Likur.

Dalam kunjungan tersebut, M. Likur Latif, hasilnya akan disampaikan kepada Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Halsel, sebagai bahan evaluasi dan secepatnya mengambil langkah-langkah yang tepat, sehingga tidak merugikan generasi muda yang mengenyam pendidikan di SMA Negeri 9 Halsel. Bahkan, M. Likur, juga telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait dengan siswa-siswi alumni dari SMA Negeri 9 Halsel, terancam tidak dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri, karena standar nilai yang diperoleh tidak mencukupi, dan hal itu dialami oleh siswa-siswi ditahun ajaran 2014 dan 2015.

Hal tersebut disayangkan, Likur Latif, selaku anggota DPRD Halsel, dapil Obi. “Masalah pendidikan adalah masalah serius yang secepatnya harus diselesaikan,” pintanya.

Sementara Camat Kecamatan Obi Selatan, Fredo Y. Kodobo, mengaku telah mendapat banyak informasi terkait dengan masalah tersebut, bahkan dirinya juga merasa prihatin dengan kondisi SMA Negeri 9 Halsel, di Desa Wayaloar, dirinya juga mendapatkan informasi bahwa, sejumlah siswa-siswi baik yang duduk dibangku kelas II maupun kelas III SMA Negeri 9 Halsel, memilih pindah di sekolah lain, untuk melanjutkan sekolahnya, hal tersebut dirinya berharap Diknas Halsel, secepatnya mengambil langkah, sehingga tidak mengancam generasi yang ada di Desa Wayaloar.

Sementara Kepala SMA Negeri 9 Halsel, Helen Y. Kodobo, hendak dikonfirmasi wartawan, dirinya tidak berada di tempat. (SNR)
Komentar Anda

Berita Terkini