Panitia Pilkades Di Halsel Diduga Ikut Bersekongkol

/ Jumat, 19 Agustus 2016 / 00.41
HALSEL,Nusantaratimur.com- Panitia pemilihan kepala desa di Desa Pulau Gala Kecamatan Pulau Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang melakukan penjaringan Bakal Calon (Balon) Kades, dilakukan secara sepihak untuk mengamankan balon kades tertentu, dan menggagalkan balon kades yang lain.

Buktinya, panitia pemilihan kepala desa melakukanb penjaringan secara illegal pada 13 Mei 2016 tanpa memiliki legalitas hukum, karena panitia secara sah di SK-kan oleh Bupati Halsel Bahrain Kasuba, pada 13 Juli. Bahkan, ironisnya panitia setelah mendapat SK dari Bupati Halsel, menutup ruang kepada bakal calon yang lain untuk mendaftar, dan memilih meninggalkan Desa Pulau Gala, memilih berada di Labuha Ibukota Kabupaten Halsel hingga tahapan pendaftaran ditutup.
Hal ini diungkapkan Hajir Hamisi, warga Desa Pulau Gala, pada saat menyusul panitia pemilihan kepala desa Pulau Gala di Labuha.

" Panitia ini sangaja gagalkan salah satu calon kades dengan berbagai cara, salah satunya lari dari Desa Pulau Gala ke Labuha," kata Hajir.

Sementara Ketua Panitia Pilkades Desa Pulau Gala, Anhar Kabir, ketika dikonfirmasi wartawan. Ia membenarkan, jika ada dua pasangan calon yang mendaftar pada 13 Mei sebelum panitia mengantongi SK dari Bupati Halsel pada 13 Juli.

"Ada calon yang daftar sebelum Panitia Pemilihan Kepala Desa di SK-kan oleh Bupati," kata Anhar.

Dari sejumlah pertanyaan dari wartawan ke Anhar, selaku ketua panitia, belum sempat dijawab tiba-tiba pejabat kepala Desa Pulau Gala, yang juga Sekertaris Camat Kecamatan Kepulauan Joronga, Yamin Ahmad, setelah diberitahukan oleh salah satu calon kades Tasrif Hi. Daud, terkait kehadiran wartawan yang mewawancarai wartawan, tiba-tiba secara spontan dengan nada suara yang tinggi meminta kepada ketua panitia, untuk tidak memberikan keterangan kepada wartawan, kalau informasi terkait dengan pilkades desa Pulau Gala, diminta langsung ke BPM dan Otdes Halsel, hal tersebut, panitia pilkades desa Pulau Gala bersama dengan Pjs Kepala Desa Pulau Gala, Yamin Ahmad, bersekongkol menjegal calon kades lainnya, dan meloloskan calon Kades Tasrif Hi. Daud, yang juga saat ini menjabat sebagai Bendahara Desa Desa Galala.

"Panitia pilkades itu, dibawa kendali Pejabat Kades, makanya mereka ada target cekal calon kades yang lain," ucap Hajir.

Dihadapan wartawan, Yamin Ahmad, tampaknya tidak terima jika wartawan melakukan wawancara dengan panitia pilkades, terkait dengan tahapan pilkades, upaya Pjs. Kades Desa Pulau Gala, mencekal wartawan tersebut diduga takut terbongkarnya persekongkolan Pjs Kades dengan panitia pilkades dalam upaya mencekal bakal calon yang bukan kelompoknya.

"Masa yang diwawancarai panitia, bagaimana yang melarang pejabat Kades, karena dia (kades) tahu, jangan sampai persekongkolannya terbongkar," tutur Hajir. (ctr)
Komentar Anda

Berita Terkini