Pelayanan PLN Saketa Kian Memburuk, Petugas Malah Peras Pelanggan

/ Rabu, 10 Agustus 2016 / 20.26
HALSEL, Nusantaratimur.com-  Kinerja PT. PLN Ranting Saketa Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali disorot. Pasalnya, selain pemadaman yang terjadi hingga berbulan-bulan, pihak PT. PLN Saketa, juga diduga melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap pelanggan.

Hal itu tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, karena pelanggan PT. PLN Saketa, yang tersebar di Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Utara, selama ini merasa dibodohi oleh pihak PT. PLN Saketa, dengan berbagai alasan, karena PT. PLN Saketa yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harus mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat, namun selama ini terkesan masyarakat tidak menikmati pelayanan yang baik dari PT. PLN Saketa, padahal listrik merupakan salah satu pelayanan dasar yang wajib diperhatikan oleh pemerintah.

Namun, kondisi ini tidak dilakukan oleh PT. PLN Saketa, bahkan penagihan rekening lampu ke pelanggan juga tidak disertai dengan bukti rekening sesuai dengan pemakaian pelanggan, tetapi pihak petuga PT. PLN Saketa, justru mematok langsung jumlah tagihan rekening dengan jumlah yang berfariasi hingga mencapai 500 ribu.

" Penerangan lampu hanya berlaku pada malam hari saja, tapi kadang satu bulan itu hanya 2 sampai 3 malam saja, bahkan tidak sama sekali, tapi di saat waktu penagihan petugas PLN terkesan mengancam masyarakat. kalau tidak membayar akan diputus” kata Samsul, warga Kecamatan Gane Barat.

Sikap petugas PT. PLN Saketa, yang dilakukan selama ini. Diduga tidak diketahui oleh PT. PLN Cabang Kota Tidore Kepulauan (Tikep), sehingga petugas leluasa melakukan intimidasi terhadap pelanggan. Hal tersebut, warga merasa kecewa dan meminta kepada PT. PLN Tikep, disebabkan pelayanan yang dilakukan PT. PLN Saketa, sangat buruk.

Bahkan, bertahun-tahun petugas PLN selalu beralasan jaringan, yang mengakibatkan pemadaman. Sedangkan giliran penagihan rekening, petugas memaksanakan pelanggan harus bayar, jika tidak diancam memutuskan jaringan, tetapi giliran masyarakat menuntut pelayanan, pihak PT. PLN Saketa, justru terkesan cuek dan tidak menggubris.

" kami minta keadilan, agar pelanggan bayar sesuai pemakaian, asalkan pelayanan juga sesuai," pinta Samsul. (SNR)
Komentar Anda

Berita Terkini