Pemprov Malut Harus Berani Moratorium Perusahan Tambang

/ Sabtu, 27 Agustus 2016 / 02.55
SOFIFI,Nusantaratimur.com- Pemprov Maluku Utara, didesak untuk segera melakukan moratorium (pemberhentian) perusahan tambang di Malut.

" Prinsipnya Pemerintah Provinsi harus berani melakukan pemberhentian produksi bagi perusahan tambang, walaupun produksi dalam negeri", tutur Muhlis Ibrahim.

Menurut Dosen Fakultas Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara,  Muhlis Ibrahim,  mengatakan sebab jika Pemprov Malut  tetap memberikan izin produksi kepada perusahan tambang, maka perusahan tambang tidak akan membangun pabrik pengolahan (smelter). Kalaupun membangun, itu pun hanya formalitas saja, sebagai persyaratan untuk tetap dapat melakukan produksi.

" Ini menyimpan dari semangat UU Nomor  04 tahun 2009 tentang nilai tambah", ujarnya.

Lanjut dia, apalagi Gubernur Malut, KH Abdul Ghani Kasuba, memiliki kewenangan mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014, tentang Pemerintah Daerah. Jika perusahan tambang di daerah ini tidak membuat smelter. Pemprov Malut mempunyai kuasa  menghentikan eksplorasi perusahan tersebut  untuk sementara waktu sampai mereka memenuhinya.

Menurut Muhlis, pengeluaran IUP telah didelegasikan  ke Pemerintah Provinsi, sehingga ini penting dilakukan kajian oleh Gubernur dalam rangka menginventarisir seluruh perusahan yang tidak membangun smelter.

" Hentikan sementara sampai perusahan tambang menyediakan smelter", tegasnya.

Lanjut Muhlis, Kalau kontrak karya itu dikeluarkan oleh Pemerintah,  sehingga hal itu tidak bertentangan dengan IUP, karena posisi  kontrak karya telah dikeluarkan oleh Pemerintah bukan daerah.

Kata Muhlis, soal ekplorasi itu tidak masalah, karena itu masih sebatas mengindentifikasi potensi (kuantitas, kualitas, penyebaran, dan lain lain) sumber daya energi.

" Bagi saya yang terpenting adalah metarial tambang. Itu hanya bisa di produksi, jika sudah dalam bentuk bahan jadi atau setengah jadi, agar nilai tambahnya ada bagi Daerah", tutur Muhlis. (zar)
Komentar Anda

Berita Terkini