Polres Ternate, Tetapkan Pelaku Pencuri Kotak Amal Mesjid Sebagai Tersangka

/ Sabtu, 06 Agustus 2016 / 05.10
TERNATE-Nusantaratimur.com-  Penyidik Polres Ternate, tetapkan tersangka pelaku pencurian kotak amal Mesjid Maliaro Ternate, Maluku Utara.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Moch. Arinta Fauzi, kepada Nusantaratimur.com, jumat (5/8). Dia menyatakan dari pemeriksaan tiga orang saksi oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyidik kemudian menetapkan satu orang tersangka bernama Pamuji (35) warga asal Lamongan.

Lanjut Fauzi, pelaku dinyatakan terbukti secara hukum, karena telah melakukan pencurian kotak amal didalam masjid dengan cara membongkar menggunakan, Palu dan Obeng, untuk membongkar kotak amal tersebut.

Sementara itu, kata dia. Penyidik akan segera mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate.

Berikut kejadiannya,  sebelum melakukan aksinya pelaku melakukan memantau situasi mesjid, karena sepi pelaku kemudian memarkir sepeda motornya dan masuk ke dalam mesjid. Karena  merasa aman pelaku langsung melancarkan aksinya.

Padahal, tanpa sadar warga sudah memantau dan membiarkan pelaku melancarkan aksinya, setelah membongkar kotak amal Mesjid tersebut, warga kemudian meneriaki pelaku pencuri, mendengar teriakan  tersebut pelaku pun langsung melarikan diri. Namun usahanya untuk kabur sia-sia, karena warga setempat sudah berjaga-jaga sehingga pelaku langsung ditangkap serta dipukuli warga hingga babak belur. Beruntung pada saat kejadian tersebut polisi dengan cepat turun ke TKP untuk mengamankan pelaku.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka kepada Nusantaratimur.com. Pamuji mengaku, ia nekad mencuri kotak amal, lantaran mau membayar koperasi yang dipinjamnya, sementara tersangka setiap hari harus membayar uang koperasi senilai 60 ribu rupiah. Itu sebabnya, dirinya nekad mencuri kotak amal di mesjid. Sebagai tukang ojek alasan tersangka belakangan ini penumpang ojek sunyi, sehingga dirinya terpaksa mencuri.

“ Saya memang niat mencuri kotak amal, demi membayar koperasi saya, sebab saya sebagai tukang ojek sudah dua hari ini mencari, tapi tak dapat penumpang seperti biasanya. Makanya untuk mencari uang koperasi saja tidak cukup,” aku Pamuji.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 junto pasal 362 tentang pencurian di waktu malam hari dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (SA)
Komentar Anda

Berita Terkini