Wartawan Gadungan Peras Para Kepala Desa Di Halsel

/ Rabu, 03 Agustus 2016 / 22.12
HALSEL, Nusantaratimur.com-  Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), geram dengan sikap sejumlah oknum yang mengaku sebagai wartawan yang  melakukan pemerasan di sebagian besar dari 249 kepala-kepala desa di Kabupaten Halsel Malut.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) APDESI Halsel, Ahmad R. Adam, kepada Nusantaratimur pada Rabu (3/8) di Tomori Kecamatan Bacan Halsel.

Ahmad R. Adam, mengaku mendapat keluhan dari sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Gane Timur,  Gane Barat Utara, Gane Barat, Kecamatan Pulau Makian, Kasiruta Barat, Kecamatan Batang Lomang dan sejumlah desa di kecamatan lainnya.

Dia mengatakan, kedatangan oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan tersebut, berpura-pura melakukan investigasi, ternyata tujuannya melakukan pemerasan terhadap kepala-kepala desa dengan nilai yang dipatok sebesar 10 juta perdesa, namun jika ada kepala desa yang tidak memiliki uang sebanyak itu, maka bisa memberikannya uang senilai 6 juta sampai 7 juta.

“ Masalah ini terungkap setelah, APDESI Halsel, mendapatkan laporan dari sejumlah kepala desa dari Kecamatan Gane Timur, Makian dan Gane Barat Utara,” kata Ahmad.

Masalah tersebut, kata Ahmad. Sejumlah oknum yang mengatasnamakan wartawan yang melakukan pemerasan di desa-desa diketahui sebagai wartawan gadungan, setelah menanyakan sejumlah wartawan yang bertugas di Halsel, yang mengaku nama-nama yang disebut, seperti Malik sebagai Kontributor TV One, dari ada yang mengaku kontributor Metro TV, serta ANTV, ternyata benar oknum-oknum yang bersangkutan bukan wartawan, bahkan sejumlah Wartawan di Halsel juga telah mendapat informasi tersebut, dan melakukan pencarian terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan.

“ Mereka mangaku sebagai wartawan TV One, Metro TV dan ANTV, tapi setelah dikroscek  teman-teman wartawan di Halsel, ternyata mereka bukan wartawan,” jelas Ahmad.

Ahmad selaku jubir APDESI Halsel, meminta kepada seluruh kepala desa yang tersebar di 249 desa, agar tidak mudah mempercayai orang-orang baru yang mengaku sebagai wartawan, dengan meminta imbalan pada saat melakukan tugas, selain tersebarnya sejumlah wartawan gadungan di desa-desa, ada juga sejumlah LSM yang berkeliaran di desa-desa dengan melakukan investigasi terhadap kegiatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), dengan orentasi melakukan pemerasan, diharapkan segera melaporkan masalah tersebut ke pihak berwajib, selain itu, pemerintah desa juga selelu berkoordinasi dengan APDESI Halsel, sehingga memastikan benar oknum yang selalu membawa-bawa nama wartawan, maupun LSM dengan tujuan pemerasan. Sehingga hal tersebut dapat dicegah.

“Kami berharap para kepala desa selalu melakukan koordinasi ketika ada kedatangan orang-orang baru yang mengatasnamakan wartawan, agar kami memastikan dengan menanyakan langsung kepada wartawan yang bertugas di Halsel,” tutup  Mado sapaan akrab Ahmad. (SNR)

 
Komentar Anda

Berita Terkini