|
Menu Close Menu

Ini Pernyataan Kapolres Minsel Terkait Kasus Pengeroyokan Warga

Kamis, 27 Oktober 2016 | 08.56
MINSEL, NT.COM-   Adanya laporan warga terkait dugaan pengeroyokan aparat kepolisian terhadap seorang pemuda warga kelurahan Pondang, Kec. Amurang Timur. Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kapolres Minsel melakukan konferensi PERS, Selasa (25/10).


Konferensi Pers yang dilaksanakan di Darkside Cafe Amurang ini dihadiri oleh segenap pejabat utama Polres Minsel dan insan jurnalis Biro Minsel baik media cetak maupun media online.

Dalam pernyataan resminya Kapolres Minsel, AKBP Arya Perdana,SH,SIK,MSi, menyatakan terjadinya peristiwa  ini akibat kesalahpahaman, dimana 7 (tujuh) anggotanya melakukan tindakan yang improsedural dan terkesan arogan atas seorang warga beberapa hari yang lalu.

“ Saya sangat menyayangkan adanya peristiwa ini, perlu diketahui Polres Minsel sama sekali tidak mendukung tindakan kekerasan dalam bentuk apapun terkait penegakan hukum,” demikian disampaikan Kapolres Minsel.


Baca Pemberitaan Sebelumnya......


Mewakili keluarga besar Polri khususnya Polres Minsel, Kapolres mengutarakan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada pihak korban maupun keluarga korban yang merasa dirugikan.

 
“ Mohon maaf atas kekhilafan ini, kami sepenuhnya akan bertanggungjawab. Kami minta segenap lapisan masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian, Kami tidak akan pandang bulu dalam penegakan hukum,” tegas Kapolres Minsel.

 

Terhadap ke tujuh oknum anggotanya, Kapolres Minsel menekankan akan memproses sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“ Tujuh anggota kami telah ditahan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam). Apabila berkas sudah lengkap, secepatnya akan disidangkan, untuk sanksi terhadap para oknum ini tergantung hasil pemeriksaan dan berkas tuntutan yang nantinya akan dibacakan. Dan tidak menutup kemungkinan, ke tujuh oknum anggota ini akan diancam dengan sanksi berat berupa Mutasi yang bersifat demosi, Penundaan Kenaikan Pangkat, Penundaan Kenaikan Berkala serta Penundaan Mengikuti Pendidikan,” jelas Kapolres Minsel. (Ham)
Bagikan:

Komentar