|
Menu Close Menu

KNPI: Penyelesaian Tarkam Harus Pendekatan Tepat

Jumat, 21 Oktober 2016 | Oktober 21, 2016
TERNATE- Perang antar kampung yang terjadi selama ini di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) antara kelurahan Mangga Dua VS kelurahan Toboko tak seakan tak kunjung redam. Hal ini menyita perhatian banyak pihak tak terkecuali organisasi kepmudaan dalam hal ini Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Malut.
Ketua DPD I KNPI Provinsi Malut terpilih, Thamrin Ali Ibrahim, Kamis (20/10) mengatakan, potensi konflik antar kampung mmerupakan salah satu masalah yang tak urung selesai karena model pendekatan yang belum tepat. Baik itu oleh pemerintah maupun pihak yang dianggap bertanggungjawab. Sebab, preses penanganannya baru dilakukan pada saat masalah itu terjadi.

Lebih lanjut, Thamrin mejelaskan, mestinya kegiatan-kegiatan kepemudaan di kelurahan / desa harus lebih diberikan perhatian khusus dan merata sehingga penyusunan program Dispora provinsi dan kabupate/kota harus dapat mengurai persoalan kepemudaan. bukan pada target proyek sehinga selesai tahun justru anggaran selesai juga program itu, tapi harus menciptakan partisipasi yang kuat sehingga pemuda bisa bergerak tanpa harus menggantungkan seluruh aktifitas kepada pemerintah.
Hal ini jika pemerintah daerah bisa menciptakan program partisipatif. Dengan demikian pemerintah daerah tentunya dapat menyisir secara bertahap masalah klasik perang antar kelurahan yang setiap tahunnya selalu saja meledak

Olehnya, KNPI Malut dibwah kepemimpinan Thamrin Ali Ibrahim akan bergerak cepat untuk memastikan seluruh program program rill bersama pemuda di kampung dan di desa desa. Sehingga, nadi KNPI juga berada di pemuda desa/ kelurahan.
"saya akan memfocuskan seluruh program di desa desa dan kelurahan untuk peningkatan kapasitas pemuda. Target saya adalah seluruh DPD II KNPI di Kabupate /kota harus memiliki 3-4 desa/ kelurahan binaan KNPI di 10 Kabupaten, untuk melaksanakan ini tidak sulit dan tidak banyak menggunakan dana besar. Saya perkiraan hanya 5jt - 10jt untuk memulai kerja mulia ini. karena selanjutnya pemuda desa/kelurahan itu yang akan memulai secara partisipatif berlandaskan kesadaran sosial dan memahami peran pemuda dalam pembangunan desa/kelurahan,” katanya.

Thamrin juga menargetkan sampai 1 tahun sudah harus ada 50 desa binaan di seluruh Kabupaten/kota yang akan di urus oleh pengurus DPD II KNPI yang di daerahnya secara periodik. Dan tidak boleh putus setiap periode untuk melihat desa-desa binaan KNPI. Dengan demikian pemuda bisa memiliki kemampuan untuk pengetahuan dan akses.
Ditambahkannya, Jika pemuda desa/ kelurahan sudah bisa kuat dalam kemampuan untuk mengakses secara terbuka informasi, maka ini akan membuat banyak hal bisa dilakukan scara cepat dan tepat termasuk juga Tarkam tidak lagi terjadi karena mereka telah terbuka wawasannya secara global.

“permasalahan klasik ini sering terjadi karena hal-hal sepele. Mulai dari kumpul-kumpul lalu mulai menenggak minuman keras sampai mabuk, akhirnya mereka berkelahi. Saya sangat yakin mereka ini jika diberikan kegiatan positif misalnya kegiatan kepemudaan seperti olahraga dan lainnya yang bersinggungan ke arah positif pasti tawuran ini tidak akan terjadi lagi,” tandas Thamrin. (rif/asp.net)
Bagikan:

Komentar