|
Menu Close Menu

PT. Semen Tonasa Buka Packing Plant di Maluku Utara

Selasa, 25 Oktober 2016 | 03.11
SOFIFI, NT.COM- Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba,  resmi meletakkan batu pertama pembangunan Grounbreaking Packing Plant PT. Semen Tonasa di Desa Oba Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Senin (24/10).

Peletakkan batu pertama dihadiri oleh Walikota Tikep, Ali Ibrahim,  Direktur PT. Semen Tonasa Gatot Gustyaeji Direktur PT. Semen Tonasa dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu Gubernur Malut, menyampaikan dengan adanya packing plant di daerah ini, maka harga semen di Maluku Utara pasti terjangkau oleh masyarakat Maluku Utara.

" Saya merasa senang adanya packing plant di Maluku Utara, selaku gubernur saya sangat berterima kasih kepada PT. Semen Tonasa yang berinvestasi di daerah ini", ungkap Gubernur Malut.

Menurut Direktur PT. Semen Tonasa, Gatot Kustyadji, menyatakan latar belakang dibangunnya packing plant di Maluku Utara, karena trend pasar Maluku Utara demand semen rata-rata meningkat sekitar 196.000 per tahun. Dan untuk tahun 2015 komsumsinya telah mencapai 243. 324 ton per tahun.

" Tahun ini sampai bulan September tahun 2016 sudah tersuplay sekitar 214.785 ton, dengan pertumbuhan demand rata-rata 14,1 persen per tahun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sementara Market Share semen tonasa sampai September 2016 sekitar  63, 2 persen", tuturnya.

Lanjut Gatot,  tingginya angka pertumbuhan pembangunan infrastruktur membuat permintaan semen tonasa meningkat di Maluku Utara. Namun secara geografis daerah Maluku Utara yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan kondisi cuaca menjadi faktor yang selama ini mempengaruhi terhadap kelancaran dan stabilitas supplay produk ke komsumen, tuturnya.

Kata Gatot, hal itu menyebabkan hilangnya peluang meningkatkan market share, disebabkan supplay yang kurang lancar dan biaya distribusi saat ini relatif cukup tinggi, mengakibatkan biaya kapal bag lebih mahal dibanding kapal curah, sehingga menghilangkan peluang meningkatkan margin penjualan.

" Ini menyebabkab beban packer Biringkassi dan Makassar akan semakin berat, mengingat keterbatasan kapasitas packer saat ini, sementara permintaan menunjukkan ternd peningkatan dari tahun ke tahun", terang Gatot.

Gatot, menjelaskan tujuan dibangunnya packing plant ini, untuk membantu kelancaran pembangunan infrastruktrur yang berkualitas di Kawasan Timur Indonesai (KTI) umumnya dan Maluku Utara khususnya, menjamin ketersedian produk sesuai kebutuhan pasar, menjamin stabilitas suplay dan kualitas produk dan mempercepat delivery time serta menekan biaya distribusi, jelasnya.

" Kapasitas packing plant  ini 300 ribu ton per tahun, dengan kapasitas Silo 1x6.000 ton, dengan kapasitas produksi semen bag 2.000 zak per jam dan kapasitas produksi semen curah 120 ton per jam dengan luas lahan kurang lebih 20.000 m2", ujar Gatot.

Di ketahui, nilai investasi PT. Semen Tonasa di Maluku Utara yang digelontorkan senilai 66 Milyar, dengan durasi pembangunan areal produksi kurang lebih 17 bulan. Sedangkan, karyawan dibutuhkan khusus tenaga teknis sebanyak 230 orang dan 20 orang untuk tenaga operasional. (ric)
Bagikan:

Komentar