|
Menu Close Menu

Trio RMS "Doyang" Ke Jakarta

Selasa, 01 November 2016 | November 01, 2016

" PTSP Bakal Selidiki 22 IUP Perusahan Tambang yang diduga milik beberapa perusahan Tambang di Maluku Utara"     



SOFIFI,NT.COM- Trio RMS bukan gerakan kelompok separatis.  Tetapi sebutan itu untuk ketiga pejabat, Yakni Ramli Pellu, Maftuh Iskandar Alam dan Safrudin Manyila yang dijuluki sebagai Trio RMS.

Ketiga orang tersebut, menduduki jabatan strategis dilingkup Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Maluku Utara.

Pasalnya, Trio RMS jarang berkantor, malah asyik keluar daerah, tanpa memikirkan capai target pendapatan yang dibebankan kepada Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara, senilai 130 Milyar tahun ini.

Berdasarkan data yang di himpun media ini, target capaian pendapatan saat ini baru 15 milyar atau 15 persen memasuki akhir tahun anggaran.

Padahal,  harapan Pemprov Malut  bahwa  Dinas ESDM termasuk SKPD yang nantinya menjadi penyumbang pendapatan terbesar pada tahun 2016. Namun target tersebut melesat dari target penetapan.

Bahkan, Kepala Bidang Minerba, Maftuh Iskandar Alam, selama menjabat Kabid Minerba tidak melibatkan anak buahnya. malah seluruh kegiatan dikerjakan isterinya sendiri, sehingga tidak lagi menjadi rahasia umum dilingkup Dinas ESDM. Sedangkan, Kadis ESDM, Safrudin Manyila tidak pernah menghadiri rapat SKPD, justru yang bersangkutan lebih memilih keluar daerah, ketimbang menghadiri pertemuan dengan SKPD dilingkup Pemprov Malut.

" Pak kadis selalu keluar daerah, berangkat hari senin pulangnya senin pekan depan", ujar salah satu Staf Dinas ESDM yang enggan nama diberitakan.

Diduga kunjungan Trio RMS ke Perusahan Tambang selama ini, hanya untuk kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan daerah. sehingga tidak heran kalau  mereka setiap minggu selalu ke Jakarta.

 

Selain itu,  ada beberapa izin Usaha Pertambangan (IUP) sebanyak 22 dokumen, diduga telah di keluarkan oleh Dinas ESDM. Alhasil, kasus ini masih di selidiki oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait dugaan tersebut.

" Iya, masalah ini masih di investigasi, apa benar informasinya, kalau benar ada sanksi pidanaya", ujar Kepala BKMP Pemprov Malut, Nirwan MT. Ali, kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (31/10).

Sementara itu,  terkait pengurus izin tidak lagi melalui Dinas atau Badan, tetapi pengurus izin  di lingkup Pemprov Maluku Utara semuanya ditangani oleh PTSP yang baru saja dibentuk belum lama ini.

Sekedar di ketahui,  Ramli Pellu menjabat sebagai Sekretaris Dinas ESDM, Maftuh  Iskandar Alam menjabat Kepala Bidang Minerba dan Safrudin Manyila menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM. (ric)
Bagikan:

Komentar