|
Menu Close Menu

BPK Temukan Indikasi Korupsi, Pemkot Ternate dan BPN Saling Tuding

Sabtu, 05 November 2016 | 06.22
TERNATE,NT.COM- Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara. Telah menemukan ada indikasi kerugian negara dalam pembayaran kegiatan Penertiban Sertifikat dan Akta Tanah pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Ternate.

 

Pasalnya, unsur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap pembayaran Penertiban Sertifikat dan Akta Tanah tersebut. Membuat Inspektorat Pemkot Ternate dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ternate saling melemparkan tanggungjawab.

 

Menurut Kepala Inspektorat Pemkot Ternate, Taufik Djouhar, mengatakan  tindaklanjuti soal temuan BPK terkait dengan penertiban sertifikat dan akta tanah bukan wewenang inspektorat lagi, namun upaya itu telah dilakukan inspektorat sudah selesai.

 

“ Jadi  kelebihan pembayaran sebesar 208 juta sampai saat ini pembayaran sudah tiga kali dilakukan penyetoran, yakni pertama 62 juta,  kedua 25 juta dan penyetoran ketiga sebesar 30 juta”, ujar Taufik Djouhar, kepada nusantaratimur.com. Jumat (04/11/016).

 

Lanjut Taufik, padahal ruang waktu yang diberikan sesuai dengan UU dan peraturan selama 60 hari. Nah, jangka waktu itu  seharusnya sudah ada penyelesaian penyetoran, tetapi sampai memasuki bulan November 2016 belum digubris oleh pihak terkait dalam hal ini BPN Kota Ternate.

 

“Terkait masalah ini BPK masih memberikan kesempatan ke Pemkot Ternate atas jawaban sisa rekomendasi yang belum ditindaklanjuti, namun waktu masih diberikan sampai 13 Oktober 2016 terhitung mulai dari 13 September lalu.  Tapi penyetorannya belum diselesaikan sampai saat ini oleh BPN,” katanya.
Terpisah, mantan Kepala BPN Kota Ternate, Abubakar Rumodhar, selaku penanggungjawab anggaran membantah bahwa sisa uang dari temuan BPK sebesar 208 juta rupiah. Saat ini pihaknya masih berupaya melakukan penagihan ke Pemkot Ternate untuk melakukan penyetoran.

 

“ Saya masih melakukan koordinasi dengan Bagian Pemerintahan Pemkot Ternate, untuk penyelesaian temuan BPK, karena saya tidak memakai anggaran itu, karena kalau BPN yang mengunakan anggaran tersebut, maka jauh hari-hari kami sudah selesaikan,’’ katanya. (Bull)
Bagikan:

Komentar