|
Menu Close Menu

Kapolres Minsel Naik Pitam Dengar Tambang Illegal Beraktivitas

Rabu, 02 November 2016 | 03.06
RATATOTOK,NT.COM- Tim Khusus (Timsus) Patola Polres Minsel. Telah melakukan kegiatan operasi di lokasi penambangan Pasolo Padang Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten  Minahasa Tenggara (Mitra).

 

Berdasarkan informasi dari masyarakat, setelah di lakukan penertiban serta penindakan pada hari (minggu/30/10) di areal penambangan tersebut. Namun masih juga ada kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan di lokasi tambang pasolo padang.

 

“ Pada sekitar pukul 04.00 Wita pagi dini hari tadi, saya beserta anggota tiba di lokasi tambang dan menemukan benar memang masih ada aktifitas penambangan di areal tersebut, lubang tambang yang sudah di tutup mengunkan cor semen sudah hancur dan terbuka kembali”, ungkap Dantimsus Patola IPDA Lukyta Putra, STK. Senin (01/11).

 

 

Lanjut Arya,  dalam operasi itu kami berhasil mengamankan 4 orang yang pada saat itu sedang melakukan kegiatan penambangan masing-masing bernama ARNOLD MUNTU (warga Desa Beringin), BOBY KOLONDAM (warga Desa Ratatotok), JUFRI MUNTU (warga Desa Motoling) dan WILNAM HOWAN. Keempat orang tersebut, setelah di lakukan interogasi, mereka mengaku hanya di perintahkan oleh BASIR LALIAMU dan LESTON MAMAHANI untuk melakukan kegiatan penambangan, ujar Kapolres.

 

“ Selanjutnya, keempat orang pelaku penambang dan barang bukti berupa 7 karung reep beserta martil dan betel, serta 3 alat kompresor langsung di bawah ke Mapolres Minsel guna di lakukan proses pemeriksaan lanjutan,” tutur Dantimsus Patola IPDA Lukyta Putra, STK pada media nusantaratimur.com.

 

Kapolres Minsel AKBP. Arya Perdana, SH, menegaskan apabila tambang yang pernah jatuh korban jiwa ini di buka lagi,  maka pihak kepolisian akan tegas melakukan penindakan terhadap penambang.

 

"Kami sudah menutup tambang ilegal tersebut, karena penutupan itu pernah jatuh korban jiwa, namun tadi  Timsus Patola mendapati masyarakat ada yang melakukan kegiatan penambang liar. Padahal ini sudah kami tutup,” terangnya.

 

Atas kejadian ini,  saya meminta sekali lagi kepada seluruh Masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan liar, apabila kedapatan melakukan kegiatan ilegal tersebut. Maka dari pihak kepolisian tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, apabila itu diperlukan. Tegas Kapolres. (Ham)

 

 
Bagikan:

Komentar