|
Menu Close Menu

Larangan Merokok, Sekolah Di Halsel Abaikan Instruksi Bupati

Jumat, 04 November 2016 | November 04, 2016
HALSEL,NT.COM-   Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2009 tentang larangan merokok, yang dilanjutkan dengan Instruksi Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba,  kepada seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) dalam wilayah Kabupaten Halsel agar tidak merokok dalam lingkungan sekolah, tampaknya tidak berjalan dengan baik.

Buktinya pantaun media nusantaratimur.com ini, terdapat sejumlah sekolah di Kabupaten Halsel masih terlihat banyak guru yang merokok dilingkungan sekolah. Hal itu, menandakan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Halsel tidak mampu menjabarkan instruksi Bupati tentang larangan merokok di lingkungan sekolah.

Padahal jauh sebelumnya, Bahrain sudah, mengistrupsikan dengan membuat Perbup tersebut, dihadapan sejumlah guru dalam kegiatan KKG yang dipusatan di Desa Songan Bacan Timur Tengah, beberapa waktu Bulan lalu sebagai bentuk tindak lanjut dari Perbup Halsel, terkait larangan merokok,  maka pemerintahan ini dirinya mengawali bebas rokok dari lingkungan pendidikan.

" Untuk itu saya instruksikan kepada seluruh Kepala sekolah dan dewan guru agar tidak merokok dilingkungan sekolah terutama didalam ruangan kelas, karena banyak laporan yang disampaikan bahwa ada guru yang merokok didalam kelas sehingga siswa-siswi tidak konsenstari menerima pelajaran,"tegasnya.

Bahkan Bupati juga menegaskan, merokok dalam lingkungan sekolah atau kelas itu memberikan contoh buruk terhadap siswa terutama Siswa SMP dan SMA maka instruksi ini segera ditindak lanjuti.

"Kalau instruksi ini tidak diindahkan maka kepala sekolah (Kepsek) atau dengan guru akan diberikan sanksi tegas karena mereka sudah melanggar peraturan Bupati,"ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Nasional Saban Ali, dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya sudah menindaklanjutinya melalui surat edaran ke semua sekolah yang ada di kabupaten halmahera selatan hanya saja belum efektif karena masih banyak sekolah yang belum menjalankanya.

"Edaran sudah hanya saja belum efektif, maka harus ada tim satgas yang akan kita tempat untuk memantau pergerakan guru di sekolah-sekolah, "terangnya.

Lanjut dia, langka ini dilakukan agar tidak ada lagi guru yang merokok di lingkungan sekolah, sehingga aktifitas sekolah baik belajar mengajar berjalan efektif, disamping itu, siswa juga tidak dipengaruhi oleh hal-hal buruk yang dicontohi oleh guru-guru seperti merokok.

" Jadi tim satgas itu, dari dinas pendidikan sendiri, guru serta Satpol PP yang merupakan penegak perda, "terangnya. (SAF)
Bagikan:

Komentar