|
Menu Close Menu

Menakar Rekam Jejak Para Paslon Pilkada Bolmong

Senin, 07 November 2016 | November 07, 2016

" Rakyat Wajib Mengetahui  Track Record Pemimpin Yang dipilihnya”



Oleh : Rahman Mustafa Pimpinan Redaksi Nusantaratimur.com


 



 

MOMENTUM demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, khususnya Pilkada Kabupaten Bolaang Mongondow (BOLMONG) mulai ditabuh. Dimana calon kepala daerah nantinya merupakan salah satu indikator penilaian  masyarakat daerah itu, untuk menentukan masa depan daerah yang lebih baik.

 

Lazimnya, seorang pemimpin merupakan sosok yang akan jadi panutan dan tentu saja normatifnya harus memiliki basic yang berkompeten  bagaimana kemudian daerah yang dipimpinnya bisa menjadi lebih baik lagi. Lalu bagaimana sikap para pemilih menentukan pemimpin yang pantas untuk dipilih, didukung, dan lain sebagainya? Salah satunya menurut Rahman Mustafa sebagai pimpinan redaksi media nusantaratimur.com mengatakan harus melihat dari "track recordnya" atau rekam jejak perjalanan hidup plus karir yang sempat digeluti oleh calon pemimpin tersebut. Terkait pilkada Bolmong sesuai keputusan KPU Kabupaten Bolmong bahwa paslon Bupati dan Wakil bupati yang maju dalam pesta demokrasi secara resmi diputuskan adalah Salihi (SMB-Jitu) dan Yasti (Y2) sebagai paslon yang akan bersaing dalam panggung pemilihan Bupati dan Wakil Bupati nanti periode 2017-2022.

 

Adapun jejak rekam kedua pasangan paslon tersebut, sebagaimana dilansir dari media wiki adalah pertama Yasti Soepredjo Mokoagow  merupakan  Anggota DPR-RI Komisi X Masa jabatan 2014 sekarang,  Wakil Bendahara DPP PAN Masa jabatan 2010–2014.  Digantikan oleh Indra Gobel Ketua Komisi V DPR-RI Masa jabatan 2010–2013 Digantikan oleh Laurens Bahang Dama KoorWil PAN Prov. Sulawesi Utara Masa jabatan 2016 – Sekarang.

 

Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Yasti merupakan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Pada tahun 2010-2014. Dia terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019, mewakili daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Utara memperoleh suara terbanyak ke-3 setelah Olly Dondokambey dan Vanda Sarundajang pada Pemilu 2014 lalu, sebesar 103,801 suara. Pada periode sebelumnya, Dia terpilih dengan perolehan suara ke-6 sebanyak 48.567 setelah Aditya Didi Moha, E.E Mangindaan, Olly Dondokambey, Vanda Sarundajang,dan Viktor Mailangkay priode 2009-2014, Yasti menjabat sebagai Ketua Komisi V yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, pembangunan pedesaan, dan kawasan tertinggal.

 

Sementara itu, untuk rekam jejak  Salihi (SBM-Jitu), diketahui bersama merupakan mantan Bupati Bolmong berpasangan dengan Yani Tuuk pada periode 2010-2015 kemarin, beliau merupakan yang memiliki basic pengusaha ikan yang cukup dikatakan sukses pada skala daerahnya. Karir politiknya sempat bersama sama dengan yasti waktu di Partai Amanat Nasional dan bahkan waktu Yasti pun sempat mendukung Salihi menjadi Bupati dikala itu. Kini kedua pasangan tersebut yang awalnya sempat menjadi teman berkarir dipartai yang sama, kemudian secara kekinian mulai menjadi rival di pentas demokrasi terkait prosesi pilkada Bolmong.

 

Pada kesempatan ini menurut Rahman idealnya sebagai calon pemilih agar kirahnya bisa sebaik mungkin mempertimbangkan pilihannya salah satunya lewat jejak rekaman, jangan sampai pemilihan berdurasi kurang lebih 5 menit akan merugikan masa depan 5 tahun mendatang. Maka dari pada itu adalah sebuah kewajiban bagi pemilih untuk melihat jejak rekam dari masing-masing kandidat tersebut apakah selama perjalanan karir mereka tidak pernah mengalami cacat hukum, siapa mereka dan bagaimana kontribusi kedua pasangan calon tersebut kepada daerah Bolmong selama ini dan seterusnya. Namun tidak bisa disangkal dalam dunia politik kita perlu pahami bahwa tesis sederhana masih tetap berlaku hingga sekarang, tidak ada lawan dan kawan abadi, ini soal kepentingan, apakah kepentingan untuk kemajuan bersama atau segelintir saja, entahlah! (Tim redaksi)
Bagikan:

Komentar