|
Menu Close Menu

Ricuh, Masyarakat Pulau Gebe Rusaki Fasilitas PT. FBLN

Jumat, 11 November 2016 | November 11, 2016
HALTENG,NT.COM-  Aksi unjuk rasa masyarakat 8 Desa di Pulau Gebe yang terhimpun dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Pulau Gebe, berakhir ricuh. Kamis (10/11/2016) siang tadi.

 

Sekitar pukul 10.00 WIT, massa yang diperkirakan 200 orang mendatangi perusahan PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN) menggunakan fasilitas kendaraan roda dua sebanyak 50 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 20  unit dilengkapi sejumlah sound system berkumpul dibundaran lapangan Volly Desa Elfanum.

 

Pada sekitar pukul 11.00 WIT,  massa aksi  kemudian bergerak menuju ke lokasi perusahaan dengan sejumlah kendaraan dan  masyarakat dan para anak sekolah berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 2 Kilo meter.

 

Koordinator Aksi Malik Sumpap dalam orasinya, menegaskan pihak PT. FBLN segera menormalkan kembali fasilitas penerangan, karena fasilitas penerangan yang di sediakan  perusahan beberapa bulan terakhir sengaja dipadamkan, sehingga hal itu dapat menghambat aktifitas pekerjaan masyarakat 8 desa di Pulau Gebe serta melumpuhkan aktifitas perekonomian, pendidikan, Kesehatan, Ibadah dan kegiatan sosial di Pulau Gebe, ungkapnya.

 

Tuntutan masyarakat 8 desa tidak direspon oleh perusahan, massa aksi kemudian marah dengan sikap pihak perusahan yang tak menanggapi tuntutan tersebut warga kemudian kesal. Sekitar pukul 11.04 WIT, massa kemudian anarkis dengan berusaha menerobos blokade  aparat keamanan berjaga depan pintu masuk areal perusahaan.

 

[caption id="attachment_2736" align="alignnone" width="700"]Foto : satu unit mobil yang terparkir di areal PT. FBLN menjadi amukan kemarahan massa aksi, Kamis (10/11/2016) Foto : satu unit mobil yang terparkir di areal PT. FBLN menjadi amukan kemarahan massa aksi, Kamis (10/11/2016)[/caption]

 

Tak lama kemudian General Manager Site PT. FBLN Madjid Husen, menemui para pengunjuk rasa dan penyampaikan bahwa pimpinan perusahan bersedia membantu listrik  dan malam ini juga listrik di pulau Gebe akan di nyalakan kembali.

 

Tak cukup dengan penjelasan dari General Manager Sita,  para pengunjuk rasa kembali menerobos blokade keamanan dan massa aksi berhasil masuk menuju Office Site FBLN dengan maksud agar tuntutan aspirasi masyarakat dapat di dengar sekaligus dapat bertemu secara langsung kepada pimpinan perusahan yang bernama Caroline.

 

 

[caption id="attachment_2734" align="alignnone" width="700"]Foto : Para pengunjuk rasa yang menerobos masuk ke areal perusahan PT. FLBN Foto : Para pengunjuk rasa yang menerobos masuk ke areal perusahan PT. FLBN[/caption]

 

Di tengah pengunjuk rasa hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Halteng dari Fraksi PDIP Rusmini Sadaralam. Ia menyatakan  keinginan masyarakat untuk realisasi listrik di Pulau Gebe adalah tanggung jawab semua, “ saya memohon kepada pimpinan PT. FBLN segera mengeluarkan keputusan bantuan penerangan listrik, untuk masyarakat Pulau Gebe,” tegasnya.

 

Bahkan, dirinya menjamin aksi dari masyarakat Pulau Gebe adalah aksi damai, “ Saya menjamin bahwa aksi dari masyarakat Pulau Gebe, kali ini adalah aksi damai dan sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan II  Pulau Gebe akan berupaya mengawal dan mengikuti terus perkembangan yang ada di Pulau Gebe”, Ungkapnya.

 

Lantaran tak mau ditemui pimpinan perusahan, massa kemudian bereaksi berupaya masuk ke dalam kantor PT. FBLN  langsung dihalau aparat BKO Brimob yang sedang berjaga dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Hal tersebut membuat massa aksi semakin emosi dan brutal  dengan merusak fasilitas kantor seperti AC ruangan serta memecahkan kaca jendela.

 

 

 

[caption id="attachment_2735" align="alignnone" width="700"]Foto : Ruangan PT. FBLN yang dirusak oleh pendemo Foto : Ruangan PT. FBLN yang dirusak oleh pendemo[/caption]

 

Sebelum bubarkan diri, pengunjuk rasa meminta secara tegas agar pihak perusahaan dapat menarik sebuah kabel yang dapat menghubungkan aliran listrik dari Masterplan Perusahaan ke lokasi mesin PLTD yang berjarak kurang lebih 2 Kilo meter.

 

Massa aksi, juga mengancam selama belum ada kejelasan dari Pihak Perusahaan, terkait dengan tuntutan Masyarakat. Perusahaan PT. FBLN tidak boleh beroperasi, sebelun tuntutan mereka dikabulkan dalam hal ini bantuan penerangan listrik harus di realisasikan hingga di bulan Januari.

 

 

“ Kalau tidak selama PLN belum masuk ke Pulau Gebe Perusahaan harus bertanggung jawab penuh,  untuk memberikan penerangan di Pulau Gebe. Hari ini, masyarakat akan menunggu penerangan kejelasan itu dari Perusahaan. Dan apabila tidak di akomodir, maka perusahaan  harus angkat kaki dari pulau Gebe”, tandasnya Aksi Malik Sumpap.

 

Selang beberapa menit kemudian Caroline Perwakilan dari PT. FBLN bersedia menemui massa aksi dengan mengatakan keinginan masyarakat akan di penuhi dan perusahaan akan berupaya membantu sesuai dengan kondisi perusahan sementara ini.

 

 

“ Perusahan akan memberikan bantuan penerangan kembali berupa bantuan BBM, namun perusahaan hanya bisa membantu fasilitas penerangan sampai pada bulan Desember mengingat dana yang ada di perusahaan saat ini sedang mengalami devisit,” tuturnya. (rey)

 
Bagikan:

Komentar