|
Menu Close Menu

USAID SEA Sosialisasi Konservasi Laut Maluku Utara

Rabu, 09 November 2016 | November 09, 2016
TERNATE-Provinsi Maluku Utara, merupakan salah satu provinsi di indonesia timur yang banyak memiliki potensi kelautan baik dari segi perikanan, rumput laut serta kekayaan laut lainnya. Hal ini ternyata menyita perhatian dunia.

Betapa tidak, melalui Proyek Susatainable Ecosystem Advance (SEA) yang di danai oleh badan pembangunan amerika serikat atau United States Agency for International development (USAID) melaksanakan proyek pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia selama lima tahun, yang mendukung pemerintah indonesia untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan meningkatkan tata kelola sumberdaya kelautan di tingkat lokal, provinsi dan nasional.

Thamrin Ali Ibrahim, Pimpinan Project Leader North Maluku

Proyek USAID Sea dilaksanakan oleh tetra tech dan konsorsium mitra yang terdiri dari wildlife consevation society (WCS), Coral Triangle Center (CTC) dan WWF-Indonesia (WWF) yang akan melaksanakan kegiatan di provinsi Papua Barat maluku, dan maluku utara.

Program USAID SEA akan dilaksanakan di lima kebupaten/kota di provinsi maluku utara yaitu kabupaten Morotai, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan yang secara intesif telah pada bulan oktober 2016.

Program USAID SEA memiliki lima pilar program utama, yaitu pengelolaan perikanan dan kawasan konservasi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas pengeloaan, pungutan kebijakan dan peraturan, pengembangan insentif dari keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan serta meningkatkan prestasi berbagai pihak dalam kegiatan pengeloaan perikanan dan konsevasi.

Manager kelautan WCS-IP, Yudi Herdiana dalam acara sosialisasi rencana kerja tahun pertama program USAID SEA yang dilaksanakan di ternata selama 10 hari kedepan dari tanggal 8 s/d 18 November mengatakan, program yang akan dilaksanakan di 5 kabupaten/kota di Maluku Utara akan dititikberatkan untuk mendukung penguatan konservasi dan pemanfaatan sumberdaya laut yang berkelanjutan dengan cara mereformasi pengeloaan perikanan dan mempromosikan kawasan konservasi perairan.

"Hal dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perikanan, ketahanan pangan, dan mata pencarian yang berkelanjutan di wilayah kerja proyek, selain itu mendukung penguatan peran dan kapasitas daerah untuk mempromosikan upaya konservasi dan perikanan yang berkelanjutan," tandas Yudi Herdiana melalui press releasenya yang diterima media ini.

Yudi menambahkan, Dinas kelautan dan perikanan provinsi maluku utara merupakan mitra utama dalam pelaksanaan program USAID SEA.

Sementara itu, Kepala dinas kelautan dan perikanan provinsi maluku utara, Buyung Radjiloen, berharap melalui program ini, USAID SEA dan WCS dapat melakukan penguatan kelompok masyarakat agar lebih proaktif melakukan pengawasan kawasan konservasi dari kegiatan-kegiatan yang merusak, supaya aset daerah dapat di jaga bersama untuk kesejahteraan masyarakat.

Terpisah, Project Leader North Maluku, Thamrin Ali Ibrahim sekaligus pimpinan project di maluku utara, memastikan seluruh tahapan serta proses pekerjaan yang dilakukan selama 5 tahun akan mengkoordinasikan kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/ kota serta multi stackholder. Ini dilakukan untuk bersinergi dalam melaksanakan setiap tahapan dalam proses project ini.

"Harapan saya, project ini akan membantu pemerintah daerah terutama masyarakat Maluku Utara dalam percepatan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di maluku utara demi untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan," tutup Thamrin Ali Ibrahim, yang juga ketua KNPI Maluku Utara. (arief)
Bagikan:

Komentar