Investor Asal China Bakal Investasi di Tidore

/ Jumat, 23 Maret 2018 / 00.11

Walikota Tikep H. Ali Ibrahim 
TIDORE- Walikota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim memimpin rapat koordinasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tidore Kepulauan dan Investor asing PT. MST Seafood Indonesia dari China. Kamis (22/3/2018).

Walikota saat membuka rapat tersebut menyampaikan bahwa PT. MST Seafood Indonesia adalah perusahaan besar asal China yang bergerak di bidang perikanan. “ Perusahaan ini lebih dulu berinvestasi di Fak-fak Papua, dan berencana melakukan investasi di Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

Dalam Sambutan Direktur Utama PT. MST. Seafood Indonesia Mr. Cheng melalui penerjemahnya, Mr. Willy menyampaikan bahwa PT. MST Seafood Indonesia merupakan perusahaan yang telah terdaftar di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI yang bergerak di bidang perikanan dan berkeinginan melakukan investasi di Maluku Utara. Akan tetapi, dalam investasi tersebut Kota Tidore Kepulauan menjadi pilihan, karena potensi perikanan  yang dimiliki Kota Tidore Kepulauan dinilai tepat untuk berinvestasi, ucap Willy.

Kata Willy, perusahaan tidak hanya peningkatan pengolahan ikan saja, tetapi perusahaan akan berupaya untuk memberdayakan para nelayan, agar kesejahteraan dirasa oleh semua pihak. Dari hasil tangkapan ikan akan diolah menjadi tepung ikan dan kemudian di ekspor ke Eropa. 

Untuk itu, pihak perusahaan akan membangun pabrik pembuatan tepung dan pabrik es. Sehingga pihak perusahaan meminta dukungan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar kerjasama ini dapat terwujud dan berjalan baik, harap Willy.

Menanggapi rencana investasi PT. MST. Seafood Indonesia di Kota Tidore Kepulana.  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Sistem Terpadu Satu Pintu (PSTSP) Pemkot Tikep Syafrudin Adam menyampaikan, bahwa izin perusahaan dari BKPM RI dapat diserahkan ke Dinas Penanaman Modal dan PSTSP agar dapat diproses lebih lanjut, tambahnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Yudi Sufriandi pada kesempatan itu menyampaikan dalam perekrutan tenaga kerja, pihak perusahaan harus mempertimbangkan tenaga lokal dan langsung mendapat tanggapan dari Direktur Utama  PT. MST. Seafood Indonesia bahwa untuk tenaga kerja, diprioritaskan tenaga lokal dengan perbandingan 80% untuk tenaga lokal dan 20% dari pihak perusahaan. 

Tak hanya itu, Ketua Pengadilan Agama Soasio, Djabir Sasole juga mengusulkan kepada Pemkot Kota Tidore Kepulauan perlu membentuk tim kajian untuk mengkaji lebih jauh kerjasama tersebut, ujarnya.

Semua masukan maupun ide dari peserta rapat, menurut Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Asrul Sani Soleman  menyampaikan bahwa Pemda membutuhkan profil terinci dari PT. MST. Seafood Indonesia  sekaligus segala bentuk perizinan dan administrasi dari perusahaan sebagai bahan kajian untuk dapat diproses dan ditindak lanjuti dalam bentuk kerjasama, tutupnya.

Di akhir rapat tersebut, Walikota mengharapkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak dalam rangka investasi PT. MST. Seafood Indonesia  di Kota Tidore Kepulauan. 

“ Saya berharap kerjasama ini dapat berlangsung dan berkembang, karena kerjasama tersebut dinilai akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” Harap Ali. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini