Kasus Bansos Halsel Masuk Radar KPK

/ Sabtu, 31 Maret 2018 / 23.43
Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara
TERNATE - Dari 11 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang di supervisi lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan pertemuannya dengan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, pada Kamis (29/3/2018) kemarin.

Salah satu kasus yang menjadi target KPK adalah  kasus Dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Halmahera Selatan Tahun Anggaran 2007, 2008 dan 2009 dengan dugaan kerugian mencapai 47 Miliar masuk radar KPK.

Menariknya, Dana Bansos  Halsel disinyalir juga  mensubsidi Perusahan Daerah Prima Niaga milik Pemkab Halsel.   Bahkan, aliran Dana Bansos  7 miliar diduga telah digunakan untuk menyewa kapal Halsel Express yang notabenenya milik Pemkab Halsel.

Skandal kasus mega korupsi ini, diduga telah menyeret sejumlah nama pejabat Pemkab Halsel.  Sementara dalam penyidikan kasus itu  sebanyak 115 saksi telah diperiksa termasuk mantan Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba.

Pasalnya, penggunaan anggaran Dana Bansos 47 miliar terjadi penyelewangan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Ironisnya, anggaran miliaran rupiah diduga dibagi-bagikan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tidak memiliki badan hukum.  

Dugaan penyelewengan dana itu  dilaporkan salah satu LSM ke Kejati pada 2016 pada bulan Agustus 2016. Kejati Malut kemudian menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
Alhasil,  pada 17 April 2017 mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Deden Riki Hayatul Firman menghentikan penyidikan kasus ini.  Hal itu dihentikan karena hasil audit BPK tak ditemukan bukti kerugian negara karena penyaluran dana Bansos sudah sesuai peruntukannya sehingga kasus ini dihentikan.

Kajati Malut Ida Bagus Nyoman Wismantanu telah membenarkan bahwa kasus Bansos Halsel telah di-SP3 pendahulunya. Kasus ini juga sudah disampaikan ke KPK pada saat pertemuan. Tapi SP3 bukan berarti penanganan kasus tersebut bermasalah.

 “SP3 itu merupakan salah satu proses hukum untuk memberikan kepastian hukum kepada pencari keadilan,” ujarnya. (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini