KPK Tetapkan AHM Tersangka, Kata Agus Raharjo : Sudah Saya Tanda Tangani

Editor: Admin author photo
Gedung KPK RI

JAKARTA - Di tengah gencarnya pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM) berpasangan dengan Rivai Umar melakukan konsolidasi politik dengan mengusung slogan  “ Membangun Maluku Utara Juara" kini harus berhadapan  dengan masalah hukum.

Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) kasus dugaan korupsi yang melibatkan salah satu calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada Serentak 2018. Kelima pimpinan KPK sepakat menaikkan penyelidikan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan menetapkan calon kepala daerah tersebut sebagai tersangka.

Seorang sumber menyebutkan, pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu adalah calon gubernur Maluku Utara berinisial AHM.  Meski demikian, sumber tersebut masih enggan mengungkapkan terperinci mengenai kasus yang menjerat AHM.

"Salah satu calon gubernur Maluku Utara berinisial AHM," kata seorang sumber di Jakarta, Rabu (14/3). Sebagaimana dilansir Media Berita Satu.com.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengaku telah menekan satu surat perintah penyidikan dengan tersangka seorang kepala daerah yang kebetulan ikut dalam Pilkada serentak 2018.

"Satu tadi malam sudah saya tanda tangani," kata Agus di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (14/3).

Agus menegaskan, proses hukum terhadap penyelenggara negara termasuk kepala daerah harus tetap berjalan meski saat ini yang bersangkutan maju sebagai peserta Pilkada Serentak 2018. Untuk itu, KPK mengusulkan pemerintah membuat Perppu yang memberikan jalan supaya partai politik bisa mengganti calon kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka.‎

"Supaya pilkada bisa berjalan baik, ya harus ada langkah-langkah dari pemerintah. Bayangkan saja sudah jadi tersangka dilantik, kan juga rasanya tidak etis ya," kata Agus. (Tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini