Malut Butuh Sosok Pemimpin Seperti MK-Maju

/ Kamis, 29 Maret 2018 / 00.26
Kampanye MK-Majhu
TIDORE - Kampanye tertutup Zona dua Pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Muhammad Kasuba - Abdul Majid Husen di Desa Mareku Kota Tidore Kepulauan sebagai sebuah pembuktian untuk menentukan arah dan tujuan untuk melanjutkan nilai kebudayaan yang ada di Moloku Kieraha sebagai negeri yang kaya akan adat dan budaya.

Sebagaimana yang diketahui Mareku  dalam struktur kesultanan Tidore memiliki posisi yang luar biasa yakni ada Sangaji Mareku yang dikenal sebagai pembuktian yang menentukan arah dan tujuan serta perjuangan kesultanan. Hal ini merupakan keinginan dan mimpi besar dari pasangan MK-MAJU untuk mengembalikan kejayaan dan kebesaran moloku kieraha yang pernah berjaya dan dikenal dunia

Juru Kampanye (Jurkam) MK-MAJU Kasman Hi Ahmad dalam Orasi politiknya mengatakan di Desa Mareku Tidore Kepulauan Selasa Malam (28/03/2018) mengatakan Provinsi Maluku Utara yakni Ternate Tidore dan lainnya mempunyai nilai budaya yang luar biasa.

" Dalam membangun daerah ini, harus ada nilai dasar budaya yang harus dilakukan baik itu keagamaan maupun keimanan dan ketakwaan. Dan Kota Ternate, Tidore dan lainnya mempunyai nilai budaya yang luar biasa, " Jelasnya.

Kata dia, nilai kebudayaan yang ada di daerah ini  harus mendasari seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan bangsa atau daerah. Sebab Tanpa nilai budaya kita akan salah arah. Dan ini MK-MAJU akan melanjutkan nilai kebudayaan ini.

Lanjutnya, setiap pemimpin atau calon Gubernur dan wakil Gubernur dibutuhkan komitmen untuk bagaimana melihat Maluku Utara ini secara utuh sebab Sofifi merupakan simbol dari sebuah pemersatu kebijakan provinsi Maluku Utara.

" Komitmen MK-MAJU dalam membangun Malut merupakan sebuah nawaitu yang suci untuk melihat Maluku Utara secara utuh maka harus dibutuhkan sosok pemimpin seperti MK-MAJU, " Pungkasnya.

Kata Kasman, Kota Ternate, Tidore dan Sofifi harus dijadikan segitiga emas dalam membangun Malut."  Kota Ternate harus dijadikan proses transaksi sosial dan ekonomi yang akan tumbuh dan menjadi sebuah kawasan yang terintegrasi. Begitu juga Kota Tidore harus dijadikan sentral pertumbuhan ekonomi baru atas sentuhan sofifi melalui segitiga emas, " Tandasnya.

SOsok kedua Pasangan ini merupakan pemimpin yang sudah teruji dengan berbagai pengalaman yang dicapai seperti di Halmahera selatan asalah satu Kabupaten yang memiliki angka pengangguran terkecil sementara kota Ternate angka pengangguran yang tinggi yaitu 7,3 persen.

" Angka pengangguran yang ada di Kota Ternate jika dibandingkan dengan Halsel, maka angka pengangguran Kota Ternate. Dan tingkat  partisipasi angkatan kerja di Halsel sangat tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Kota yang lain dan ini adalah salah satu wujud prestasi MK," ujarnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini