Tim Sukses Klaim MK-Maju Layak Pimpin Maluku Utara

/ Kamis, 29 Maret 2018 / 10.47
Paslon MK-Maju
SOFIFI- Kontestasi momentum pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara periode 2018-2023 membuat empat Pasangan Calon (Paslon) saling merebut simpati masyarakat untuk menduduki kursi Gosale puncak.

Keempat pasangan calon yang bertarung dalam kontestasi Pilgub kali ini diantaranya Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar yang diusung (Golkar-PPP) Burhan Abdurahman dan Ishak Djamaludin (Hanura,PKB, NasDem, Demokrat dan PBB), KH. Abdul Ghani Kasuba dan M. Al Yasin Ali (PDIP-PKPI) serta Muhammad Kasuba dan Abdul Majid Husen (PKS, PAN dan Gerinda) yang saling merebut kekuasaan.

Husnullah Pangeran selaku Juru Kampanye MK-Maju dalam orasi politiknya di Desa Galala Sofifi Rabu (28/03/2018) malam tadi mengatakan dalam pemilihan Gubernur Maluku Utara 2018 dirinya mengajak masyarakat Malut untuk berpikir jauh kebelakang. Maluku Utara sudah usia hampir 20 tahun sudah seharusnya lebih dewasa dan lebih maju untuk bersaing dengan provinsi lain akan tetapi apa yang menjadi kenyataan Malut saat ini bahwa tata kelola pemerintahan dan daya saing Malut masih jauh dari harapan.

Menurutnya, ada empat indkator yang menjadikan Maluku Utara masih jauh dari harapan yaitu masalah tata kelola pemerintahan, kondisi bisnis keuangan dan tenaga kerja, kualitas hidup masyarakat dan infrastruktur serta stabilitas makro ekonomi yang belum dikelola secara baik sehingga menjadikan Maluku Utara berada di peringkat 31 dari 33 Provinsi.

" Penelitian yang dilakukan oleh Asean Competitif institut Unversity Singapura bahwa Dalam 5 tahun terakhir, kemajuan yang diraih daerah-daerah yang ada di Indonesia mulai dari tahun 2014 sampai 2017, dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia Maluku Utara berada di peringkat 31, " ungkap Husnullah yang juga seorang eginering

Kata dia,  ada empat indkator yang menjadikan Malut belum maksimal yakni masalah tata tata kelola pemerintahan,  kondisi bisnis keuangan dan tenaga kerja, kualitas hidup masyarakat dan infrastruktur serta stabilitas makro ekonomi.

 " Empat indikator ini mempunyai problem yang sangat krusial Akan tetapi pada pemilihan Pilgub kali ini kita dihadiahi seorang calon Gubernur yang juga mantan Bupati Halsel dua periode yang punya gagasan spesifik untuk bagaimana mengelola tata pemerintahan dengan baik, bagaimana mengelola kondisi bisnis keuangan serta mengelola kualitas hidup masyarakat dan infrastruktur yang baik. Inilah yang didapatkan dalam kepemimpinan Muhammad Kasuba," pungkasnya.

Lanjut dia, Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada Muhammad Kasuba sebab sampai hari ini dirinya tidak pernah menjanjikan saya apa-apa untuk membangun. Akan tetapi beliau menawarkan sebuah gagasan yang komprehensif bagaimana membangun daerah yang berkemajuan.

" Lihatlah sofifi hari adalah ibukota provinsi Maluku Utara  tetapi tidak ada interaksi ekonomi dan sosial dalam  membangun sofifi sebagai pusat interaksi sosial ekonomi budaya Malut,"ungkapnya.

Lanjut dia,  MK-MAJU akan menjadikan sofifi sebagai pusat pertumbuhan Baru di Maluku Utara melalui empat indkator untuk menjadikan magnet dalam menarik urbanisasi yang memberikan kemajuan Maluku Utara lebih berkualitas, ujarnya. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini