Pemkot Padang Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan Malam, Ini Penjelasannya

/ Kamis, 22 Maret 2018 / 03.37
Medi Iswandi (Kadis Pariwisata Kota Padang)
PADANG – Dinas Pariwisata Kota Padang menegaskan usaha tempat hiburan  jaraknya radius 200 meter dari rumah ibadah dan fasilitas pendidikan serta kegiatan sosial masyarakat dilarang berdirinya lokasi tempat hiburan.

Hal itu mengacu pada Perda Kota Padang Nomor 5 tahun 2012 tentang TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata). Tak hanya itu, belum lama ini Kota Padang dinobatkan sebagai kawasan destinasi halal dunia pada tahun 2017.  Hal itu menjadi pertimbangan bagi Dinas Pariwisata Kota Padang untuk menerbitkan semua perizinan bagi pelaku usaha hiburan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi bahwa  tahun ini Pemerintah Kota Padang tengah merevisi perda Nomor 5 tahun 2012. Dimana jarak radius lokasi akan ditambah dari 500 meter bahkan sampai hingga 1 kilo meter, serta menambah syarat-syarat wisata halal terhadap dunia hiburan.

“Ditahun ini kita akan merevisi perda nomor 5 tahun 2017 dengan menambah syarat-syarat standar wisata halal untuk dunia hiburan,” tutur Medi Iswandi, Rabu (21/3/2018).

Medi Iswandi juga mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk bagian hukum bahwasanya tempat hiburan malam yakni ‘Axana’ yang memiliki radius 200 meter dari rumah ibadah dan didepan lokasi karaoke serta musik roomnya tersebut juga berdiri bangunan sekolah.

“Axana itu disebelahnya ada rumah ibadah, disebelahnya lagi ada sekolah dan karaoke serta pub nya itu menurut kami bukan bagian dari perizinan hotel serta mereka juga membangunnya ditempat parkir, dan kita tengah meneliti proses perizinan hotel Axana,” ucapnya.

Dinas Pariwisata juga tidak akan merekomendasikan perpanjangan perizinan ‘Juliet Pub’ karena lokasi bangunannya  juga dekat dengan rumah ibadah. “Kita tidak akan merekomendasikan perpanjangan izin ‘Juliet Pub’ karena bangunannya dekat dengan rumah ibadah,” tegasnya.

Tak hanya Axana dan Juliet Pub, sejumlah cafe karaoke di Kota Padang yang tidak memenuhi syarat-syarat dan standar destinasi halal juga akan mendapatkan sanksi yang sama, seperi Damarus, Cindi, cafe 25, cafe 29 dan beberapa cafe lainnya.

Medi Iswandi juga menyatakan agar nama-nama tempat hiburan malam tersebut diatas agar dapat segera menghentikan kegiatannya, karena yang pastinya pihak Dinas Pariwisata Kota Padang tidak akan merekomendasikan izin mereka sampai kapan pun jika tidak dipindahkan dan memenuhi kriteria destinasi halal serta perda nomor 5 tahun 2012.

“Yang pastinya kami tidak akan merekomendasikan izin mereka, solusinya mereka harus pindah lokasi, karena tidak mungkin tempat ibadah atau sekolah yang dipindahkan, kriterianya harus memenuhi destinasi hiburan halal, seperti di dalam room karaoke tidak boleh ada toilet, kamar yang bersekat-sekat, tidak boleh memasang foto yang seronok, jika mereka menjual minuman beralkohol harus ada izin dari dinas perindustrian,” ujarnya. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini