PLN Cabang Ternate Janji Penuhi Tuntutan Warga Balibunga

/ Jumat, 23 Maret 2018 / 00.07
Lokasi PLTU Tidore

TIDORE – Pasca pemblokiran aktivitas pembongkaran batubara di pelabuhan pembongkaran batubara PLTU di Kelurahan Rum, kecamatan Tidore Utara, kota Tidore Rabu (21/3/2018) malam kemarin.

Pihak PLN Cabang Ternate, PLTU Kota Tikep, Kapolsek Tidore Utara langsung melakukan rapat bersama masyarakat yang berdomisili di RT05/RT06 Kelurahan Rum Balibunga.

Rapat yang dipusatkan di kantor Lurah Rum Balibunga itu membahas tentang keluhan dan aspirasi masyarakat dilingkungan RT05/RT06 mengenai dampak dari aktivitas PLTU Kota Tidore.
Dalam rapat itu masyarakat menyampaikan alasan mengapa mereka memblokir aktivitas pembongkaran batu bara di areal pelabuhan.

Menurut Anas, pemboikotan itu dilakukan karena masyarakat sudah kecewa dengan janji PLTU untuk merelokasi rumah warga yang terkena dampak dari pengerukan hingga aktivitas pembakaran batu bara. 

“ Aksi boikot aktivitas pembongkaran batubara karena dampaknya kami yang rasakan, ada sumur warga yang sudah tercemar debu batu bara, kemudian debu yang berterbangan itu mengganggu saluran pernafasan masyarakat yang tinggal di seputaran PLTU. Ini yang membuat kami marah, sebelumnya juga sudah pernah kami sampaikan persoalan itu di rapat awal tahun 2017, tapi hasilnya sama saja,” cecar Anas dalam pertemuan itu.

Hal itu juga ditegaskan Ketua Pemuda Rum Balibunga Wahid Din bahwa aksi protes yang dilakukan warga itu bukanlah dikondisikan, tetapi itu murni kekecewaan yang timbul dari masyarakat.

“ Aksi ini murni dari masyarakat, makanya tadi (kemarin) saya juga tidak melibatkan diri ke situ, masyarakat ini hidup dalam gangguan limbah PLTU, makanya mereka datangi PLTU dan sampaikan apa yang mereka rasakan, dan ini penting untuk diperhatikan, karena ini menyangkut dengan hak hidup layak masyarakat,” tandasnya. 

Wahid juga pada kesempatan itu, meminta pihak PLN maupun PLTU agar dapat mendata dan melakukan penelitian terhadap sumur warga yang sudah tercampur dengan debu batubara, kemudian hasilnya disampaikan kepada masyarakat agar diketahui. 

“ Dampaknya setiap hari semakin kami rasakan, Maka pihak PLN dan PLTU secepatnya mendata berapa banyak sumur warga yang sudah tercemar dengan debu batubara serta memperhatikan, menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan oleh warga, baik itu relokasi rumah warga yang sudah tecemar debu batubara, kemudian diberikan jaminan kesehatan serta biaya perawatan bangunan rumah warga jika rekolasi itu memakan waktu yang cukup lama, jika itu tidak dilakukan maka akan ada aksi susulan yang lebih besar lagi,”tukasnya. 

Jika aspirasi yang disampaikan warga itu tidak ditindaklanjuti, maka jangan salahkan warga jika kedepan ada aksi susulan yang lebih besar lagi. “ Kami yang mendapatkan dampaknya, hirup debu batubara, masa yang lain senang, terus kita sengsara,” tambah Sudin Kiyau.

Aspirasi warga kemudian ditanggapi Manager Rayon PLN Ternate Syaiful, apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu akan ditindaklanjuti. Itu sebabnya, pihaknya ia meminta kepada masyarakat agar mendata berapa jumlah rumah warga yang tercemar limbah PLTU untuk diusulkan dalam rangka relokasi. 

“Saya minta, tolong masyarakat bantu saya, mendata semua rumah warga yang tercemar limbah batubara, kemudian sampaikan kepada saya, saya akan sampaikan laporan ke pusat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia juga memerintahkan kepada pihak PLTU untuk mendata berapa jumlah sumur warga yang sudah tercemar debu batubara, laporan itu kemudian disampaikan kepadanya untuk ia teruskan ke Pusat. 

“Jadi, saya minta tolong masyarakat bantu saya, saya akan berusaha memenuhi semua yang disampaikan masyarakat ini, tetapi saya tidak bisa tentukan waktunya kapan bisa final, hanya saja saya minta tolong masyarakat berikan waktu ke saya untuk saya tindaklanjuti, saya akan memperjuangkan ini,” ujarnya seraya menambahkan setelah laporan itu ia terima, selanjutnya segala tahapan mengenai proses atau tindak lanjut laporan masyarakat ini akan disampaikan secara terbuka. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini