Wali Kota Tidore dan Investor Teken MoU di Brunei Darussalam

/ Minggu, 25 Maret 2018 / 17.36
H. Ali Ibrahim (Walikota Tidore Kepulauan)

TIDORE
- Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim bersama instansi terkait bakal berencana berangkat ke negara Brunei Darussalam untuk menindaklanjuti proses Memorandum of Understanding (MoU) rencana kerja sama investasi antara PT. Halmahera Jaya Gemilang dengan Investor Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council di negara tersebut.

Rencananya keberangkatan Walikota, H. Ali Ibrahim bersama sejumlah instansi terkait  dan Staf Ahli Walikota ke negara Brunei Darussalam  Senin (26/3) besok sebagaimana  disampaikan Walikota di sela-sela kegiatan Car Free Day, Minggu (25/3/2018) pagi tadi.

Walikota menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan  investor asal negara Brunei Darussalam beberapa waktu lalu. Telah menyampaikan ketertarikannya untuk membuka rencana kerja sama investasi di empat bidang yakni  Usaha Agribisnis Pengembangan Tanaman Jagung seluas 25 ribu Hektar, Pembangunan Industri Pengolahan Jagung, Usaha Agribisnis Peternakan Sapi dan Kambing seluas 500 Hektar, dan usaha Agribisnis Perikanan (tambak udang) seluas 200 hektar, jelasnya.

Hal itu kemudian Pemkot Tidore Kepulauan telah mempersiapkan sejumlah lokasi untuk menjadi sentra pengembangan jagung, pengolahan jagung, peternakan dan agribisnis perikanan.

“ Untuk jagung akan dipusatkan di Kecamatan Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan, pengolahan jagung di Kecamatan Oba Tengah. Untuk peternakan di Kecamatan Oba Selatan. Sedangkan, tambak udang sudah dipresentasi di investor di Kecamatan Oba Tengah, Oba dan Oba Selatan,” ungkap Ali Ibrahim.

Ali Ibrahim menambahkan,  keseluruhan dari investasi ini akan menyerap tenaga kerja yang cukup besar, sekitar 2 ribu tenaga kerja akan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan investor. “ Untuk persentase penyerapan tenaga kerjanya sebagian besar dari Kota Tidore Kepulauan dengan perbandingan 80-20 dengan tenaga dari luar,” tuturnya.

Pemkot Tidore Kepulauan sangat  mengapresiasi dan menyambut baik rencana kerja sama investasi ini. Apalagi perusahaan dari negara Brunei Darussalam ini juga telah memiliki rekam jejak dan pengalaman yang baik dalam berinvestasi di Indonesia seperti yang pernah dilakukan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Pemkot  Tidore Kepulauan Imran Jasin menambahkan, selaku instansi teknis pihaknya telah mempersiapkan sejumlah lokasi bagi para investor. 

Lanjut Imran,  untuk tanaman jagung ini bukanlah hal yang baru bagi masyarakat di Pulau Halmahera dan  masyarakat sangat berpengalaman dalam membudidayakan tanaman jagung. Di sisi lain, Pemerintah Daerah juga tengah melaksanakan program pemerintah pusat dalam menanam jagung secara nasional, tandasnya.

Selain pengembangan budidaya jagung, dengan hadirnya pusat pengolahan jagung di Kota Tidore Kepulauan. Imran Jasin juga berharap dapat menarik seluruh hasil tanaman jagung di Maluku Utara, sehingga dapat memperjelas pasar jagung Maluku Utara sekaligus memperkuat posisi Kota Tidore Kepulauan sebagai produsen jagung olahan di Indonesia.

“ Dari investasi hasil olahan jagung, peternakan dan perikanan rencananya pemerintah bersama investor akan membuka pasar ekspor. Target utama ekspor dari produk investasi ini adalah pasar Timur Tengah,” cetus Imran.

Sementara biaya perjalanan rombongan dari Kota Tidore Kepulauan sebanyak 10 orang ke Brunei ini ditanggung oleh pihak investor. Bahkan biaya hotel selama di Jakarta sampai penerbangan ke Brunai selama tiga hari pulang-pergi seluruhnya merupakan biaya dari investor, tutup Imram.(dar)

Komentar Anda

Berita Terkini