Wawali Buka RAT Perdana Koperasi Jasa TKBM Nuku

/ Kamis, 22 Maret 2018 / 23.58

Muhammad Sinen (Wakil Walikota Tikep)

TIDORE- Pemberdayaan koperasi merupakan pilihan terbaik untuk mengatasi lemahnya kondisi ekonomi sebagian rakyat, khususnya di daerah Kota Tidore Kepulauan.

Pasalnya, koperasi memiliki peran  yang sangat strategis, karena fungsinya sebagai badan usaha yang dapat menaungi dan mempersatukan rakyat kecil dalam menggerakkan ekonominya sekaligus tumpuan dalam meningkatkan kesejahteraannya, ungkap Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, saat membuka Kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Perdana Koperasi Jasa TKBM “Nuku” Tahun Buku 2017 di  Kecamatan Oba Utara, Rabu (21/3/2018) malam kemarin

Dikatakannya, sesuai dengan apa yang diuraikan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 bahwasanya  salah satu komponen pokok dalam upaya mempertahankan jati diri koperasi adalah berfungsinya peran Anggota sebagai Pemilik atau Pemodal, sekaligus sebagai pelanggan atau pengguna jasa usaha koperasinya. Otomatis, karakteristik kelembagaan ini merupakan ciri pembeda antara Koperasi dengan jenis usaha lainnya, tutur Wawali.

Muhammad Sinen berkeyakinan, apabila Koperasi Jasa TKBM Nuku ini dijalankan dengan konsisten, sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam jati diri koperasi, serta  mendorong kinerja Koperasi baik dalam pelayanan terhadap anggota maupun kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas  maka pada 5-10 tahun ke depan, Maka koperasi Jasa TKBM Nuku tidak hanya dikenal oleh masyarakat  di Kecamatan Oba Utara dan Kota Tidore Kepulauan saja, melainkan  nama besarnya dapat berkibar  di seantero wilayah Provinsi Maluku Utara bahkan  bisa ditingkatkan statusnya menjadi Koperasi berskala nasional, tandasnya.

Wawali menjelaskan RPJM Tahun 2015-2020 dengan Visi “Terwujudnya kemandirian Kota Tidore Kepulauan Sebagai Kota Jasa Berbasis Agro-Marine” yang mengusung berbagai program  pemberdayaan  Koperasi,  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah melalui instansi teknis yang mengatur hal tersebut dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.  meliputi aspek-aspek kelembagaan, Permodalan, Kemampuan tekhnologi, kwalitas sumber daya manusia, pemasaran, dan jaringan usaha.

“Program tersebut dirancang  juga untuk mendorong percepatan pemberdayaan Koperasi  dan UMKM secara bertahap dan terarah. Dikatakan terarah karena sentuhannya terhadap seluruh aspek usaha,” ujarnya.

Olehnya itu. tujuan jangka pendek dari program tersebut adalah peningkatan produktifitas Koperasi. Peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan per unit usaha dan pendapatan per unit kerja sehingga selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh input faktor produksi, yang dalam hal ini adalah anggota Koperasi sebagai pemilik modal dan para karyawan. Dampak pada skala yang pasif yang diharapkan ini adalah pengurangan kemiskinan dan perluasan usaha bagi rakyat yang memungkinkan terbukanya peluang kerja baru, tutupnya.

Pada kesempatan itu pula dilakukan penyerahan buku serta kartu anggota oleh Wakil Walikota Muhammad Sinen kepada tiga orang anggota koperasi. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini