10 WNA Asal Filipina di Amankan Imigrasi Tobelo

/ Rabu, 25 April 2018 / 16.24
10 Nelayan Warga Negara Asing (WNA) Asal Filipina. 

TOBELO -  Sebanyak 10 nelayan Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina hingga kini masih terus diproses di kantor Imigrasi Tobelo.
Pasalnya, 10 orang nelayan itu ditangkap karena diduga melakukan aktivitas illegal fishing di perairan desa Yendeleu, kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Pada Selasa (17/04/2018) pekan kemarin.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Lalu lintas dan Status Keimigrasian Tobelo Hendra Adhiwibowo bahwa penangkapan terhadap 10 WNA tersebut merupakan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

“ Sejauh ini, pihak Imigrasi Tobelo masih mendalami indikasi aktivitas yang dilakukan 10 WNA tersebut termasuk 10 imigran itu apakah dibawa naungan suatu perusahaan atau tidak. Atau kah mereka bekerja atau sebagai nelayan biasa itu masih kami dalami," ungkap Hendra kepada wartawan di kantor imigrasi Tobelo. Rabu (25/4/2018).

Hendra menyebutkan, penangkapan terhadap 10 imigran tersebut dilakukan di kediaman mereka. Sementara kapal yang digunakan oleh para 10 imigran untuk melakukan aktivitas ilegal fishing sebanyak 8 kapal.

" Bukti-bukti sejauh ini masih berdasarkan keterangan dari yang bersangkutan, namun kami masih menunggu hasil dari tim pemeriksa,” cetusnya.

Sementara ikan hasil tangkapan yang dijual oleh 10 imigran itu belum diketahui dan saat ini masih didalami. Sebab 10 imigran tersebut di ketahui selalu berpindah pindah tempat tinggal.

"Mereka diduga warga Filipina, kami masih menunggu identifikasi dari Konjen kami," tukas Hendra.

Pengakuan Aryel salah satu imigran kepada awak media, menuturkan dirinya telah berada di Kecamatan Patani, Kabupaten Halteng sekitar 2 tahun. "Saya kerjanya cuma mancing ikan," kata Aryel

Ikan hasil tangkapannya, kata Aryel, kemudian dijual ke kapal yang sering datang membeli ikan. Bahkan warga Filipina mengaku kedatangannya di patani, tanpa ada permintaan dari pengusaha atau perusahaan ikan mana pun.

"Saya tidak ada kontrak dengan perusahaan manapun. Saya dari Patani kewarganegaraan Filipina," ujarnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini