BBM Mahal, Sopir Angkot Demo Dishub Kota Ternate

/ Rabu, 11 April 2018 / 23.06
Hearing : Kadishub Kota Ternate Thamrin Alwi bersama Organda
TERNATE - Sejumlah  sopir angkot (Mikrolet) melakukan aksi unjuk rasa   di Kantor  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, di jalan Mononutu, Kota Ternate. Rabu, (11/4/2018).
Aksi yang di gelar  sopir angkot mendesak Dinas Perhubungan Kota Ternate segera menaikan  tarif angkutan di tengah melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis partalite semula harganya Rp. 7.800 melonjak  naik sebesar Rp. 8.000.

Pantauan Nusantaratimur.com  unjuk rasa sopir angkot  di halaman  parkir Kantor Dishub Kota Ternate menunggu jam-jam untuk bertemu dengan kepala  dinas. Bahkan sejumlah sopir berkisar 50 orang mengancam mogong angkutan.  Jika kalau Dinas Perhubungan tidak menyikapi  persoalan dengan serius.

Aksi para sopir angkot menyebabkan kemacetan di jalan mononutu. “ Biar pun macet, Tetapi kami menunggu untuk hearing bersama Kepala Dinas agar  mengetahui keluhan kami," teriak para sopir.

Lama menunggu akhirnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Thamrin Alwi bersedia menemui para sopir angkot  ini di panggil untuk heiring bersama dengan Kepala Dishub Kota Ternate Thamrin Alwi.
Dalam hearing itu Kepala Dinas Perhubungan menarik kesimpulan bawhasannya kedatangan sopir angkot ke kantor Dishub untuk mempertanyakan taraf supir angkot kenapa belum di naikan?. Sedangkan isu yang di dapatkan sudah di beberapa hari yang lalu disaat kenaikan BBM serentak.

" Kami sudah mengetahui seminggu yang lalu bahwa orgnisasi supir angkot akan melakukan aksi menyangkut dengan tarif angkot yang harus di naikan. Namun sebelumnya kita sudah berdiskusi dengan pihak organda untuk berbicara dengan organisasi sulir angkot," jelas Thamrin Alwi kepada wartawan di ruang kerjanya, rabu (11/4/2018) pagi tadi.

Dari jalur koordinasi itulah, ujar Thamrin, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu menyurati ke Walikota melakukan kajian dengan dinas terkait membahas tarif angkutan maupun harga BBM.

" Hasil kajian itulah supaya saya buat surat keputusan dari hasil kesepakatan bersama bahwasannya kalau kajian itu bisa di naikan tarif angkutan angkot berarti kita akan mengeluarkan surat kenaikan taraf untuk sopir angkot," pungkas Thamrin.

Thamrin menyebutkan, meskipun terjadi kenaikan harga BBM namun setidaknya menunggu surat keputusan supaya tidak ada yang terjerat pungutan liar.

" secepatnya kita akan selesaikan masalah ini, biar pun organda mengatakan 2 minggu, tapi bagi kita lebih cepat lebih baik," ujar Alwi. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini