Berkas Perkara Tersangka Hasby Yusuf Dilimpahkan ke JPU

/ Senin, 30 April 2018 / 17.48
Ditreskrimsus Polda Malut Kombespol Masrur dan Kabid Humas Polda Malut Hendri Badar saat press conference, Sinen (30/4)
TERNATE – Berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia dengan tersangka Hasby Yusuf (HY)  yang di tangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) melalui Subdit II Cyber Crime akhirnya dilimpahkan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.

“ Berkas perkara kasus ujaran kebencian yang kita tangani itu sudah kami serahkan tadi ke Jaksa untuk di teliti,” ungkap Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar di dampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Malut, Kombes (Pol) Masrur, saat melakukan pres release di Mapolda Malut, Senin (30/4/2018).

Hendry menambahkan, jika dalam jangka waktu 14 hari penelitian berkas perkara tahap satu oleh JPU, dan berkas itu sudah dinyatakan lengkap. maka penyidik Ditreskrimsus Polda Malut siap melakukan pelimpahan berkas perkara tahap II yakni tersangka dan barang bukti ke JPU untuk disidangkan terhadap Hasby Yusuf.

“Kalau belum lengkap, maka JPU akan P19 dimna berkasnya kami melengkapi selanjutnya dilimpahkan tahap I untuk di teliti lagi,” ujar Hendri.

Dalam kasus yang ujaran kebencian berdasarkan kronologisnya sebagaimana disampaikan Direktur Kriminal Khusus Polda Malut Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Masrur menyatakan bahwa kasus dugaan ujaran kebencian dengan tersangka Hasby Yusuf, ditemukan langsung oleh Cyber Crime saat melakukan patroli akun dan menemukan kasusyang mengarah pada ujaran kebencian.

“ Kasus itu setelah kita tindak-lanjut dan melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi ahli dan ahli menyampaikan unsurnya terpenuhi makanya itu kita naikkan statusnya,” paparnya.

Masrur juga meluruskan soal penanganan kasus ujaran kebencian yang menimpah tersangka Hasbi Yusuf ini tidak ada kaitan sedikit pun dengan pembagian sembako gratis oleh Presiden sebagaimana yang tersebar di beberapa media online saat ini. karenanya, kasus yang ditangani merupakan kasus tunggakan sejak tahun 2017 kemarin.

” Tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap institusi Polri ini dijerat dengan Pasal 45 a Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU ITE Jo Pasal 07 KUHP Jo Pasal 65 KUHP,” ujarnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini