Brigjen Pol M. Naufal Yahya Resmi Bertugas Sebagai Kapolda Malut

/ Rabu, 25 April 2018 / 01.02
Upacara pergantian  Kapolda Malut  Brigjen Pol Drs Achmat Juri kepada  Kapolda baru Brigjen Moch. Naufal Yahya 

TERNATE- Upacara pergantian Kapolda lama Brigjen Pol Achmat Juri dan kapolda baru Brigjen Pol Moch Naufal Yahya berlangsung di halaman Polda Maluku Utara (Malut). Selasa,(24/4/2018) Sore tadi.

Pejabat lama Kapolda Malut yang juga Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Achmat Juri menyampaikan ucapan terima kasih selama sembilan bulan 12 hari. Dirinya telah membuat beberapa prestasi khususnya di internal Polda Malut terpenuhinya gedung Mako Polda Malut yang saat ini telah ditempati, dan berdirinya Sekolah Polisi Negara (SPN) yang akan segera beroperasi pada tahun ini serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman sehingga Provinsi Malut masuk sebagai Provinsi teraman di seluruh Indonesia.

Selain itu lanjut Kapolda NTB ini, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,6 persen yang ada di Provinsi Malut ini, merupakan rengking pertama diantara Provinsi-Provinsi lain yang ada di Indonesia, dan bahkan Malut saat ini masuk sebagai Provinsi terbahagia.

“Prestasi yang telah diraih tersebut merupakan karya bersama baik dari Polda dan seluruh partisipasi masyarakat, maka itu saya ucapkan banyak terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan TNI yang telah banyak membantu dalam menciptakan situasi aman,” ucap Ahmat Juri.

Kapolda Malut Brigjen Pol Naufal Yahya dalam sambutannya menyampaikan, situasi global dan regional terkini berpengaruh terhadap situasi dan kondisi yang berkembang di tanah air, baik dari sisi ideologi, politik, ekonomi maupun sosial dan budaya yang secara langsung dapat berpotensi pada timbulnya gangguan kamtibmas.

Bahkan, saat ini profesionalisme Polri sedang diuji terutama dengan beberapa kasus yang menjadi sorotan publik yakni, korupsi, terorisme, narkotika, intoleransi serta terjadinya bangun keamanan berupa ujaran kebencian dan potensi konflik antar kelompok yang mewarnai pelaksanaan pesta demokrasi.

“Ini jadi tanggungnjawab kita untuk mencari jalan keluar dengan mengedepankan pola pendekatan yang bersifat adaptif, antisipasi serta inovatif berdasarkan hasil analisa beberapa kasus tersebut,” tuturnya.

Kapolda Malut juga menegaskan, salah satu tugas penting yang akan dihadapi Polda Maluku Utara yakni pilgub 2018 yang berlangsung pada 27 Juni yang saat ini telah masuk pada tahap kampanye.

“Menghadapi agenda itu saya yakni semua personel yang ada telah di siapkan sebelumnya, demi terciptanya Pilkada yang aman, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolda Malut juga meminta kepada seluruh pejabat utama (PJU) yang ada di Polda Maluku Utara dan seluruh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota serta lapisan masyarakat agar bisa bersama-sama untuk menciptakan provinsi yang lebih baik sebagaimana yang diharapkan bersama.

“Saya mohon kerja sama, saya juga meminta ijin kepada masyarakat untuk menjadi Kapolda Malut, karena situasi yang aman itu adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini