Diduga Terjadi Praktik Pungli di POPDA IX, Adnan Alim : Jika Betul Saya Pecat dari Panitia

/ Minggu, 29 April 2018 / 21.38
Illustrasi

TERNATE – Dugaan praktik pungutan liar (Pungli) di tubuh Panitia Pelaksana Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke IX Tingkat Provinsi Maluku Utara 2018 melalui terkuak. Pasalanya, dugaan Pungli itu dilakukan terhadap siswa-siswi yang menari disaat acara pembukaan yang berlangsung hari Senin (30/4/2017) besok nanti.

Menurut salah satu orang tua peserta menari enggan disebut namanya saat di konfirmasi mengatakan, panitia Popda Provinsi Malut yang telah mengunakan jasa anak-anak untuk menari di acara pembukaan kenapa kembali dipungut biaya.

"Panitia tanggung pakaian penari, tapi beberapa perlengkapan dibebankan pada siswa. Ini kan aneh, dari sekolah saja buat kegiatan satu persen pun tidak pungut, masa pemerintah provinsi dipungut, " kata dia saat di temui dihalaman rumahnya. Minggu,(29/4/2018).

Lanjut dia, jika tidak ada anggaran jangan buat kegiatan serimonial yang besar akhirnya seperti ini.
" Kalau tidak ada anggaran buat saja yang kecil, yang terpenting kegiatan itu bisa sukses. Lagian penari itu tampil di acara seremonya," terangnya.

Dia menambahakan bahwa, perlengkapan yang dibebankan pada siswa-siswi yang ikut menari hanya Rp 1.000 (Seratus Ribu Rupiah, tapi haram hukumnya panitia pungut.

 "Anehnya lagi, besok acara baru hari ini disampaikan. Memangnya yang ikut menari itu anak orang kaya seperti panitia," ujar dia dengan nada kesal.

Parahnya lagi, panitia mengancam anak-anak. "Jangan beranggapan SMA itu di bawah Pemprov lalu seenaknya pungut atau ancam. Pemprov yang harus kasih uang ke siswa bukan Pemprov balik menyusahkan siswa-siswi. coba saya lihat dan dengar langsung anak saya diancam," tegas dia.

Kepada wartawan, Minggu (29/4), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara Adnan Alim saat dikonfirmasi media ini, dia sendiri tidak mengetahui, jika panitia melakukan pungutan terhadap penari yang tampil pada pembukaan POPDA ke IX.

"Saya tidak tahu, soal pungutan yang dilakukan oleh panitia," singkatnya kata Adnan Alim kepada wartawan.

Dia menuturkan, pelaksana POPDA ke IX tahun  ini. Tentunya, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara telah menganggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 2 miliar. Apabila ini memang betul akan dicari tahu siapa yang melakukan pungutan liar itu.

"Saya akan cari bila mana panitia melakukan pungutan liar saya akan pecat dari panitia” tegas Adnan dengan nada yang tinggi.
Kata Adnan, anggaran POPDA sangat cukup, untuk  semua Cabang Olahraga (Cabor), yang bisa mengikuti olaraga. “ Kok kenapa masih ada pungutan liar,” ujarnya. (YSM)
Komentar Anda

Berita Terkini