Dipaksa Buat Adegan Tak Senonoh, Dua Sejoli Lompat Keluar dari Dalam Mobil

/ Senin, 16 April 2018 / 18.24

gambar ilustrasi pelecehan seksual

TIDORE – Sial benar  nasib pasangan anak muda berinisial RA (17) dan WA (18) yang masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kota Tidore Kepulauan (Tikep).

Pasalnya, kedua pasangan yang hendak merayakan momentum pertemuan perdana  di kawasan pantai wisata Tobalo, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara. Pada Minggu (15/4/2018), bukannya bahagia karena bertemu dengan sang pujaan hati, malah diterpa kasus dugaan pelecehan seksual.

Anehnya, dugaan pelecehan seksual ini bukan dilakukan pacar sendiri, melainkan dilakukan orang ketiga berinisial H alias G (40) yang merupakan sopir angkot (Mikrolet) warga Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, kota Tidore Kepulauan.

Berikut keterangan RA, korban  pelecehan seksual kepada wartawan media ini saat ditemui di Polsek Tidore Utara, usai melaporkan kasus yang menimpa dirinya kemarin sore minggu (15/4).

Kepada wartawan, RA menuturkan, awalnya dirinya bersama kekasihnya berinisial MW  (18) janjian untuk ketemu di Wisata Pantai Tugulufa. Setelah bertemu dengan sang kekasih di pantai Tugulufa. Ia bersama WA  kemudian menuju ke pantai wisata Tobalo di  Kelurahan  Rum Balibunga.

Sesampainya di pantai wisata tobalo, keduanya  kemudian menuruni puluhan anak tangga untuk mengobrol di  pantai.  Tak lama dua sejoli ini kemudian naik kembali tempat parkiran sepeda motor di sisi jalan raya.

Apesnya, ban depan sepeda motor milik pacarnya telah digembos orang tak dikenal (OTK). Meskipun ban sepeda motor digembos, namun kedua pasangan muda ini, tetap melanjutkan perjalanan pulang  dengan kondisi  sepeda motor yang kurang steril.

Lebih sialnya lagi, sesampainya di pintu masuk menuju tempat pembuangan sampah, RA bersama WA dicegat pelaku H alias G yang sebelumnya diketahui berada di pantai wisata Tobalo.

 " Pas sampai pintu masuk TPA tiba-tiba om-om ini (Pelaku H alias G) mengeluarkan tangan untuk menghentikan sepeda motor yang kami tumpangi sambil bertanya ‘Ngoni dua ada biking apa dibawa tadi’ (Kalian berdua lagi buat apa di pantai), tapi kita bilang tara bikin apa-apa ( Saya katakan tidak buat apa-apa), ungkap RA kepada wartawan media ini. Senin (16/5).

Lanjut RA, tak percaya dengan omongannya, pelaku kemudian mengancam akan membawa dirinya bersama sang pacar ke kantor polisi, tanpa diketahui maksud dan tujuan pelaku membawa mereka ke kantor polisi. Merasa heran dengan sikap pelaku kemudian mereka menolak ajakan pelaku. Lantaran ajakan ditolak, pelaku tambah menjadi-jadi seperti orang kerasukan dan mendorong keduanya masuk ke dalam mobil.

“  Tar lama saya bawa ngoni dua di kantor polisi, soalnya dia suru masuk di oto, cuma tong dua tidak mau, lalu sopir langsung tola tong masok di dalam oto deng paksa. Bahkan om-om itu suru saya pe cowok cium saya pe bibir sambil kase keluar lidah, tapi saya cowok menolak permintaan sopir itu,” beber RA.

Ironisnya,  pelaku H alias G meminta pasangan anak muda ini membuka celana untuk mempraktikkan adegan yang tidak senonoh di hadapannya. namun ajakan pelaku lagi-lagi tolak-tolak mentah-mentah oleh pasangan sejoli ini. Karena sudah rasuki pikiran mesum, pelaku kemudian memegang payudara korban sambil memasuki tangannya di kemaluan korban.

“ Om itu memegang payudara saya sambil bertanya maaf kamu masih perawan, ngana  (maaf) besar atau kacil dengan batanya itu langsung om itu kase masuk dia pe tangan di saya  celana (maaf) dan memegang kemaluan saya,” ujar RA.

Akibat di paksa pelaku kedua pasangan RA dan WA memilih jalan pintas dengan melompat keluar dari dalam mobil.

 “ Kami berdua lompat dari dalam mobil untuk bersembunyi, dan pacar saya lari ke arah utara dan saya lari ke arah timur bertemu dengan seorang warga yang sedang mengendarai sepeda dan saya langsung memanggil untuk meminta tumpangan menuju pelabuhan rum,” ujarnya.
Aksi bejat pelaku kemudian RA di Kantor Polsek Tidore Utara dengan nomor : LP/IV/2018/Malut/Tes Tidore/Sek Tidore Utara. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini