Gamhas Malut Angkat Bicara Soal Ciutan Akun FB Che’Karlzain

/ Selasa, 24 April 2018 / 16.33

Abdul Hadi (Gamhas Maluku Utara)
TERNATE - Komite Gamhas Maluku Utara (Gamhas-MU) Abdul Hadi, angkat bicara soal pencemeran nama baik organisasi Gamhas-MU yang dituliskan dalam sebuah akun Media Sosial (Medsos) Fecebook, atas nama Che'Karlzain.

Dalam akun Che’Karlzain menulis panjang lebar soal keburukan organisasi Gamhas. Informasinya akun facebook bernama Che'Karlzain adalah salah satu anggota Pembebasan Komisariat Morotai.

Itu sebabnya,  Organisasi Gamhas sendiri telah mengagendakan melakukan pertemuan, pada Minggu (22/04), namun hal itu tidak direspon sama sekali pihak yang bersangkutan.

" Mestinya pertemuan formal yang dianggedakan hari Minggu (22/4) kemarin telah membawa harapan perdamaian, namun sejauh ini tidak ada niat baik merespon persoalan ini,” ungkap Abdul Hadi di Istana Cafe pada pertemuan. Selasa (24/04/2018)

Abdul menegaskan, secara institusi, pihaknya menilai perkataan Che’Karlzain itu telah melanggar kode etik secara organisasi, jika dewasa dalam organisasi mestinya kata sektarian dan “tai” tidak perlu dipublis ke publik.

Olehnya itu, sebagai kaum intelektual haruslah problem itu diarahkan dalam wacana ilmiah, sehingga harapannya dalam pertemuan yang di agendakan itu  untuk mengurai kesalahpahaman antara sesama. Hanya saja  agenda pertemuan yang di jadwalkan malah tidak digubris serta pertengkaran media sosial terus berlanjut, sesal Abdul.

Abdul menyebutkan, persoalan itu pemicunya adalah Serikat Petani Galela (SPG) berkaitan tuntutan kenaikan harga kopra, namun di dalam aksi itu beberapa organisasi sepakat melakukan unjuk rasa diantaranya Gamhas. Alhasil, menjelang aksi 15 hari pemboikotan Gamhas dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) keluar dari front, namun front SPG tidak.

“ Permasalahan dasarnya adalah menuntut kenaikan harga kopra di kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, tetapi yang disesalkan akun dengan nama Che KarlZain menyebarkan kata-katanya dengan sebutan "sekterianisme, pemerhati sosialnya kok sempit", dan lain sebagainya, yang menimbulkan ketersinggungan secara kelembagaan bagi Gamhas Maluku Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, mestinya SPG melayankan surat meminta alasan organisasi keluar dari gabungan alat perjuangan itu. Melainkan menyebarkan hoax saat Gamhas sektor Unipas melakukan aksi dan mencoba mempublikasikannya di media sosial, kata Abdul. (RN)
Komentar Anda

Berita Terkini