Genangan Air di Terminal Gamalama Sangat Memperhatikan

/ Rabu, 25 April 2018 / 19.33
Foto Genangan air di kawasan terminal Gamalama. Rabu (25/4)

TERNATE – Genangan air areal terminal Gamalama Kota Ternate sudah lama menjadi keluhan warga maupun sopir angkot. Dengan begitu, pihak pemerintah setempat rupanya terkesan mengabaikan masalah ini. Padahal, terminal gamalama berada di pusat kota yang menjadi tempat aktivitas angkutan umum dari berbagai kelurahan. 

Bahkan, kondisi jalan yang berlubang mengakibatkan genangan air terminal gamalama sangat memperhatikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate, Risval Tri Budiyanto menyatakan, kondisi areal terminal yang ada sangat memperihatingkan, namun hal itu tidak terlepas dari tanggungjawab Dinas PUPR. 

" Untuk kawasan areal terminal, berdasarkan data survei yang kami miliki membutuhkan alokasi angaran kurang lebih 3 milyar, namun kemudian pada akhir tahun 2017 anggaran tersebut sudah diusulkan, sehingga tahun ini dana yang diperoleh untuk jalan Hotmix dalam kota sebesar 2,6 Milyar. Anggaran ini lewat Dana Alokasi Khusus (DAU) APBD Kota Ternate 2018," ungkap Risval Tri Budiyanto saat di konfirmasi melalui via handphone. Rabu (25/4/2018). 

Risval menuturkan, dengan besaran yang ada, tentu sangat minim. sebab tidak mungkin hanya terminal saja yang diperbaiki, tapi banyak hal yang perlu dibenahi. Akan tetapi untuk memperbaiki membutuhkan dana sekitar 3 milyar lebih, tutur Risval.

Dengan demikian, pihaknya tetap menyesuaikan dana tersebut, meskipun kondisi keuangan pas- pasan namun harus menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan lain walapun memang sangat urjen.

"Namun untuk menargetkan besaran anggaran lewat dari 2,6 tersebut hal ini tidak bisa dipaksakan, karena angka devisit sudah di tentukan tidak bisa melampaui, sebab menjaga kesimbangan kemampuan keuangan daerah. Tapi hal ini Pemerintah daerah tetap melihat kondisi itu, sebab problem yang ada bukan hanya jalan, tapi sarana drainase juga di buat di areal terminal," bebernya. 

Sambung Risval, semua ini butuh anggaran,  tidak mungkin segala sesuatu yang dibuat tanpa ada anggaran, maka harus ada anggaran. Kemudian proses seperti apa?, dan proses penggarannya seperti apa? Ini kan satu hal yang sangat repot. Itu karena keterbatasan anggaran. 

"Apabila dalam perubahan anggaran nanti bisa di di akomodir tentu kami sangat bersyukur, tapi kami juga berpikir tentang keseimbangan kemampuan keuangan daerah. Insya Allah dalam perubahan anggaran daerah nanti bisa terakomodir, karena terminal tidak bisa di anggarkan lewat DAU, kenapa tidak bisa? karena dia bukan masuk dalam kawasan ruas jalan, tapi dia berada diareal terminal,”ujarnya.

“ Kalau kita membuat jalan ruas jalan melalui DAU, itu sudah ketentuan teknis dari kementerian. Makanya di anggarkan dengan anggaran DAU. Mudah-mudahan persoalan ini secepatnya kami atasi, bila anggaran sudah ada,” tutupnya. (cul)


Komentar Anda

Berita Terkini