Hendra Karianga : Diduga Ada Perlakuan Istimewa Tersangka Penipuan Investasi Bodong

/ Selasa, 03 April 2018 / 15.09


Hendra Karianga (Advokat)

TERNATE-  Hendra Karianga menyatakan tersangka dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi Astrid Fitriani Pakaya diduga mendapat perlakuan khusus selama berada ditahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Malut.

“ Dia ditahanan diberi ponsel, dikasih tempat tidur yang bagus, didalam itu dia memiliki ponsel sebanyak 10 buah. Dia bisa main judi di dalam dan itu ditonton serta disaksikan oleh para penyidik,” beber Hendra Karianga Hukum Hastuti alias Cili sebagaimana dikutip dari media Swaramalut.com, Senin (2/4/2018).

Lanjut Hendra,  perlakuan penyidik terhadap tersangka Astrid Fitriani Pakaya itu berbeda dengan perlakuan terhadap kliennya Hastuti alias Cili.  Kata Hendra, kliennya itu sewaktu ditahan diperintahkan untuk tidur diluar sementara Astrid Fitriani Pakaya sebelum dipindahkan ke Rutan Perempuan dan anak diberikan untuk tidur di dalam kamar tahanan bersama suaminya.

“ Ini katanya penyidik main mata dengan uangnya tersangka Astrid. Ini penyidik macam apa? penegakan hukum kok rusak,” tukas Hendra.

Tak hanya itu, ia sendiri telah mengantongi sejumlah bukti terkait perlakuan penyidik terhadap tersangka Astrid Fitriani Pakaya. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan tindakan oknum penyidik Ditkreskrimun Polda Malut ke Propam Mabes Polri.

“Sudah ada bukti, dan saya masih lengkapi lagi bukti-bukti lain, setelah itu saya laporkan ke Propam Mabes Polri dan Kapolri,” pungkasnya.


Hendra sendiri sangat menyesali tindakan penyidik Ditreskrimun Polda Malut. Pasalnya kliennya yang merupakan korban serta pelapor atas dugaan penipuan dan penggelapan yang  dilakukan oleh Astrid Fitriani Pakaya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Malut.

“ Pelaporkan dari klien saya, namun kembali dijadikan tersangka, sementara konstruksi hukumnya jelas bahwa uang dari nasabah itu disetor ke Astrid Fitriani Pakaya oleh teman-teman kliennya saya. Hal itu didukung dengan bukti transfer rekening, bukti kwitansi, serta saksi,” cecar Hendra.

Lucunya Kata Hendra adalah suami dari tersangka Astrid Fitriani Pakaya yang diduga bersekongkol dalam bisnis investasi berkedok penipuan dan pengelapan dibiarkan begitu saja.

“Bagaimana penyidik bisa melakukan penegakan hukum bila penyidik ikut terlibat didalamnya. Ini seperti jeruk makan jeruk. Saya protes keras. Bahkan ada member yang melakukan pencairan di Polda yang dikoordinir berinisial H Kasubdit nya. Ini akan saya laporkan ke Kapolri,” tegasnya.

Hendra mengaku, dirinya tidak terlalu berkeberatan dengan penetapan kliennya sebagai tersangka. Hanya saja, penyidik tidak bisa memberlakukan istimewa terhadap salah satu tersangka.

“Apakah mentang-mentang Astrid punya duit dan klien saya tidak punya duit ? akhirnya stigma bahwa KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) itu benar adanya. Ini penegakan hukum yang tidak kredibel,” tutupnya. (tim)
Komentar Anda

Berita Terkini