Ini Hasil Kuker Gubernur Sumbar ke Norwegia

/ Sabtu, 14 April 2018 / 01.43
Gubernur Sumbar bersama Irwan Prayitno bersama Tim AKER Solution Norwegia
SUMBAR - Tim AKER Solution Norwegia hari ini datang berkunjung dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan Gubernur Sumatera Barat saat melakukan kunjungan kerja ke Norwegia pada 11 - 18 Januari 2017 lalu. Kunjungan kerja Pemprov Sumbar ke Norwegia tersebut merupakan undangan KBRI Oslo di Norwegia. Dan salah satu point penting hasil kunjungan itu adalah dengan disepakatinya kerjasama antara pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan AKER Solution dibidang CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage).

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno disela-sela kunjungan tim AKER Solution dari Norwegia. Tim AKER Solution juga didampingi oleh SKPD terkait dan jajaran PT. Semen Padang Padang, Jumat (13/04).  Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, kita menyambut baik dan sangat mendukung adanya kerjasama antara PT Semen Padang dengan Aker Solutions terkait carbon capture dengan memanfaatkan carbon (CO2) yang tersedia pada PT Semen Padang. Pemanfaatan Carbon capture diharapkan akan dapat mengurangi gas emisi carbon (CO2) yang merupakan penyebab utama global warning, sehingga perlu dikelola dengan baik.
Kita meminta jajaran PT. Semen Padang, segera menindaklanjuti kerjasama dengan AKER Solution. Dimana dengan tekhnologi dari AKER Solution, emisi karbon yang berasal dari asap buangan pabrik Semen Padang semakin memperkecil kemungkinan mengganggu kesehatan warga sekitarnya. Artinya ini bahagian dari tanggung jawab dan peranserta pemerintah daerah ikutserta upaya meminimalisir dampak global warning” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengatakan, AKER Solution adalah sebuah perusahaan internasional yang  memiliki teknologi exploitasi minyak dan gas di off shore. Mereka berpengalaman di Norwegia yang hampir semua exploitasi minyak dan gas nya berada di laut.
Sumbar menurut data Kementerian ESDM, khususnya di laut barat Sumatera memiliki potensi besar minyak dan gas yang sampai saat ini belum diexploitasi. Kerjasama AKER Solution dengan Pertamina dan perusahaan lainnya memungkinkan untuk mengembangkan potensi terpendam yang selama ini belum dimanfaatkan, ujarnya.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, jajaran PT Semen Padang melakukan  pertemuan, rapat di  PT Semen Padang yang sebelumnya melakukan kunjugan ke lokasi. Ikut hadir dalam rapat AKER Solution dengan  tim Pemrov Sumbar yang terdiri Kepala Balitbang, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Dinas DPM PTSP yang didampingi oleh Direktur Produksi PT Semen Padang.

Dalam pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan antara lain: Pertama,.Carbon capture mempunyai prospek yang cukup baik, yang dihasilkan dari penangkapan CO2 dan kemudian diolah menjadi liquid yang  dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi, dimana CO2 yang diinjeksikan bisa meningkatkan volume hydrocarbon sehingga cadangan minyak bisa dioptimalkan. Kedua.Teknologi CCS (Carbon Capture and Storage) untuk EOC (Enhance Oil Recovery)  sangat potensil di Indonesia terutama untuk meningkatkan produksi migas pada sumur-sumur minyak yang produksinya sudah menurun namun masih memiliki cadangan.
Ketiga, potensi Produksi CO2 yang terdapat pada PT Semen Padang per jamnya mencapai  920 ton/jam. Sedangkan minimal kebutuhan 400 ton/jam untuk menghasilkan Co2 lyquid.  Keempat, kerjasama yang diharapkan antara AKER Solutions dan PT Semen Padang serta Pemda Sumbar adalah pendirian centre of exelence yang dapat menjadi pusat untuk penelitian maupun pengkajian terkait energy. Untuk pendirian ini perlu ditindaklanjuti dengan pembahasan bersama dengan Kementerian ESDM, World Bank maupun dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk kaitannya dengan aspek lingkungan.Dan kelima adanya  pembiayaan Centre of Exelence, Aker Solutions juga akan mengusahakannya  dengan pihak lain.

Ditempat terpisah Kepala Biro Humas Jasman mengatakan, pertemuan pihak AKER Solution hari ini merupakan salah satu bukti bahwa tidak benar issue yang mengatakan kepergian Gubernur ke Luar Negeri tidak memperoleh apa-apa. Tentu sebuah penjajakan investasi diluar negeri dilakukan secara bertahap dan  hasilnya dan dampak dari kunjungan kerja ini melalui proses. Kerjasama dengan fihak luar negeri ini tidak serta merta seperti membalik telapak tangan, “ Hari ini sepakat, besok langsung jadi” tandasnya.

Sebenarnya bukan kejadian hari ini saja,  telah banyak hasil kunjungan Pemprov keluar negeri tersebut dan telah ditindaklanjuti, namun tentu melalui tahapan-tahapan. Insyaa Allah nanti kita sampaikan semua kepada masyarakat Sumbar hasil dan buah dari kunjungan tersebut. Karena semuanya melalui proses dan tahapan-tahapan sesuai prosedur dan regulasi yang mengaturnya. ungkap Jasman. (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini