Lima BUMDes Kota Tidore Kepulauan Ikut Pameran di Kuala Lumpur

/ Rabu, 04 April 2018 / 14.50


Walikota Tikep H.Ali Ibrahim bersama BUMDes Kota Tidore Kepulauan
TIDORE -  Lima  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara ikut ambil bagian dalam Pameran Produk Unggulan Desa yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malasyia bertajuk Indonesia Archipelago Exhibition mulai tanggal 3-5 April 2018.

Kelima BUMDes ini tergabung dalam 115 BUMDes se-Indonesia yang memamerkan produk-produk dan pameran dari unit usaha ekonomi pedesaan yang di prakarsai Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia.

Indonesia Archipelago Exhibition ini dibuka oleh Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo, Selasa (3/4) bertempat di Kedutaan Besar RI di Malaysia dan dihadiri Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, Anggota DPR RI, Pejabat Eselon I di Kementerian Desa, sejumlah pejabat di Kerajaan Malaysia, Bupati dan Walikota serta para investor dari sejumlah negara di ASEAN.

Eko Putro Sandjojo dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dapat terlaksana karena selama ini pihaknya intens memberdayakan BUMDes serta mendorong setiap desa untuk melaksanakan program unggulan desa, sehingga akan muncul kreatifitas masing-masing desa melalui BUMDes dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki desa menjadi suatu produk siap pakai yang berdaya saing tinggi.

Eko menyebutkan dipilihnya negara Malaysia sebagai tempat pameran karena masalah kedekatan budaya dan sosial, dimana kedua negara ini dapat saling bekerjasama sekaligus merupakan pasar potensial dimana masyarakat Malaysia sangat akrab dengan produksi Indonesia. Banyak juga warga Indonesia yang bekerja di Malaysia yang pasti akan menggunakan produksi negara asalnya untuk kebutuhan sehari-hari.

“ Yang lebih penting adalah bagaimana membangun hubungan kedua negara ini menjadi lebih baik dalam perekonomian dan kerja sama yang saling menguntungkan dimana Malaysia juga menjadi pintu gerbang menuju kerja sama dengan negara ASEAN lainnya dalam promosi produk unggulan desa ini," Jelas Eko.

Di sela-sela kegiatan pameran, Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim berharap melalui kesempatan Indonesia Archipelago Exhibition ini, produk unggulan desa di Kota Tidore Kepulauan mampu Go Internasional, dan salah satunya menembus pasaran Malaysia.

“ Pasca pelaksanaan pameran ini, Dinas PMD harus terus melakukan pembinaan kepada desa untuk terus meningkatkan produksinya serta bagaimana memasuki pasar hasil produksi sehingga tidak berakhir disini, kedepannya desa ini harus bisa menjadi Desa Maju, Mandiri dan sejahtera, meningkatkan pendapatan desa dan menciptakan lapangan kerja," Kata Ali Ibrahim.

Pemkot Tidore Kepulauan saat ini telah mempersiapkan SDM di desa, mempersiapkan lahan dan menyusun regulasi serta memangkas rantai birokrasi perizinan yang panjang menjadi lebih sederhana terkait kerjasama dengan sejumlah investor yang siap berinvestasi di Kota Tidore Kepulauan, tandas Ali Ibrahim.

Dalam pameran ini Walikota Tidore berkesempatan menghadiri Bussiness Meeting yang difasilitasi Kemendes bersama Kedubes untuk mempertemukan Pemerintah Daerah dengan sejumlah investor. pasalnya Walikota dapat memaparkan potensi SDM dan SDA di hadapan sejumlah investor.

Sementara lima desa yang hadir dalam pameran itu antara lain; Desa Maregam, Desa Tauno, Desa Todapa, Desa Toseho dan Desa Aketobololo.

Adapun produk yang dipamerkan dalam Indonesia Archipelago Exhibition ini antara lain bahan non pokok, bahan pokok, herbal atau rempah, kerajinan, kopi, makanan ringan dan destinasi wisata.

Kegiatan Indonesia Archipelago Exhibition disponsori oleh sejumlah BUMN dan Perusahaan Swasta Nasional seperti dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk., Dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.(dar)
Komentar Anda

Berita Terkini