Miras Oplosan Berhasil Diamankan Tim Resmob Polres Ternate

/ Sabtu, 14 April 2018 / 02.05
Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda saat menyampaikan hasil penangkapan pelaku pengedar Miras Oplosan

TERNATE - Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Ternate berhasil mengungkap kurang lebih 60 kantong miras oplosan jenis baru yang beredar di wilayah di Maluku Utara (Malut).

Barang bukti Miras jenis cap tikus  yang diamankan itu merupakan miras oplosan jenis baru di Ternate yang diolah dari cap tikus menjadi miras cap tikus jenis akar.
Kronologi penangkapan miras ini merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat yang diterima anggota Tim Resmob Polres Ternate.

Pelaku penjual miras oplosan berinisial SR (25) di amankan pada Jumat (13/4) dini hari tadi bertempat di lingkungan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah, Maluku Utara.

" Di TKP kami menemukan miras putih bening kurang lebih 50 kantong, dan hasil pengembangan kami kembali mengamankan dilokasi berbeda  bertempat di Tabona kurang lebih 17 kantong dengan jumlah total 60 kantong dengan harga jual yang dipatok juga berbeda beda, dari 40 ribu hingga 60 ribu yang telah di fregmentasikan," kami," ujar Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda dalam pres release, di Mapolres Ternate Jumat (13/4/2018).

Kapolres Ternate mengatakan,  pelaku SR ini merupakan penjaga, sementara yang masih di lirik ada dua orang, dan inisialnya belum bisa disampaikan, sebab datanya kedua pelaku telah melarikan diri.

" Kami akan melakukan koordinasi dengan BPOM Ternate untuk bisa mengetahui kadar-kadar yang terkandung didalam miras oplosan jenis akar ini," ungkap Azhari.

Mantan Kapolres Tidore itu, berkomitmen untuk membasmi miras di Kota Ternate, bahkan komitmen ini juga menjadi komitmen bersama dengan seluruh lapisan masyarakat Ternate.

"Untuk korban dari jenis miras ini, saat ini kami belum terima, namun sesuai informasi yang didapat, miras ini disinyalir untuk bisa meningkatkan vitalitas untuk kaum pria," bebernya.

Azhari menambahkan  hingga kini pihaknya  masih melakukan penyelidikan, apakah hal ini masuk ke Perda atau kah bisa di jerat dengan UU pangan atau pun UU kesehatan serta UU konsumen.

Ia menegaskan jika adanya keterlibatan oknum-oknum aparat,  pihaknya telah memerintahkan kepada Kasi Propam untuk menindak tegas dan tidak memandang bulu. "Anggota terlibat  mengkonsumsi saja akan kami proses," ujarnya. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini