Parade Juanga Sambut Hari Jadi Tidore Ke 910

/ Minggu, 08 April 2018 / 20.15
Parade Juanga rangkaian Hari Jadi Tidore ke 910


TIDORE -  Parade juanga bagian dari sejumlah kegiatan bernuansa budaya menuju upacara puncak  Hari Jadi Tidore (HJT) ke 910 yang jatuh pada tanggal 12 April mendatang. 

Rangkaian kegiatan budaya jelang perayaan HJT sangat berbeda dengan pelaksanaan dua tahun sebelumnya. Dimana dalam rangkaian kegiatan menyambut HJT selalu dilaksanakan prosesi Lufu Kie Lufu Kie (perjalanan laut) mengelilingi Pulau Tidore dan ziarah  ke lokasi tertentu dengan berlayar menggunakan formasi Hongi Taumoi se Malofo. 

Tetapi, pada peringatan HJT ke 910 kali ini panitia penyelenggara tidak menggelar prosesi acara Lufu Kie sebagai gantinya pihak Kesultanan Tidore melaksanakan kegiatan Parade Juanga yang dilaksanakan pada tanggal 7 April kemarin. 

Dalam pelaksanaannya, meskipun sama-sama menggunakan armada perang, namun dalam Parade Juanga, armada Kesultanan Tidore tidak lagi melakukan ziarah di titik tertentu atau di lokasi keramat di sepanjang pulau Tidore sebagaimana dalam ritual lufu kie.  
Sultan Tidore H. Husain Sjah bersama Walikota Tidore tiba di Pelabuhan Rasiden Ternate

Pantuan media ini, hanya satu kali bertolak dari Tidore melalui dermaga dorokolano,  turun di Ternate melalui pelabuhan residen kemudian dilanjutkan dengan tatap muka bersama Bobato Kesultanan Ternate dan warga Tidore yang bermukim di ternate tepatnya Kadaton Tidore. Selanjutnya pasukan kesultanan bersama armada perangnya kembali ke dermaga Kesultanan Dorokolano tanpa memutari Pulau Tidore.  


Acara parade Juanga ini diawali dengan keluarnya Sultan Tidore Husan Sjah dengan para bobato bersama Walikota Tidore dari Kadato Kie menuju dermaga kesultanan dorokolano. 

Sebelum naik ke Kagunga, Imam Kesultanan Tidore membacakan doa selamat. Kemudian Sultan Tidore bersama Walikota naik ke atas kagunga, selanjutnya kagunga melakukan putaran di depan dermaga Dorokolano sebanyak tiga putaran. 

Meskipun demikian, perjalanan ini bukan lagi prosesi lufu kie, namun bukan berarti kehilangan makna dan hikmah. Tetapi suasana haru terlihat ketika kagunga sultan  sandar di pelabuhan residen Ternate  di sambut ratusan warga yang sudah menanti kehadiran Sultan Tidore H. Husain Sjah bersama permaisuri dan Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim di pelabuhan Residen Ternate. 

Usai penyambutan, acara dilanjutkan dengan pertemuan Sultan Tidore, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Ternate yang diwakili oleh Asisten II Setda Drs. Bachtiar Teng bersama Bobato Adat Kesultanan Ternate dan  juga warga Tidore yang bermukim di Kota Ternate dengan mengusung tema "Kadatong Tidore Pangge Pulang".  

Sultan Tidore H. Husain Sjah menyampaikan petuah bahwa ini adalah pertemuan kali kedua sebagai bentuk rasa syukur dan cinta kami yang tidak pernah pudar menyambung tali silaturahim diantara sesama kesultanan di Maluku Utara yang hari ini diimplementasikan.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPP Matra dan Korwil Indonesia Bagian Timur, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Danny P. Tirtaningrat, Wabendum DPP Matra dari Kesultanan Sumbawa, Raden Nganten (RNgt) Dharmawaty M. Tirtaningrat, Wasekjen DPP Matra dari Kerajaan Kaur Bengkulu, Datuk Yapsir Johan Gelar Pangeran Djebat Intan Diraja, Para Muspida Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate serta beberapa Pimpinan SKPD. 

Usai dalam melaksanakan pertemuan, Walikota bersama Sultan Tidore kembali ke Kagunga dan melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Kesultanan Dorokolano dan melanjutkan perjalanan Parade Juanga sebagaimana rute laut yang telah ditentukan. 

Pada pelaksanaan HJT tahun ini,  prosesi lufu kie tidak lagi dilakukan dalam rangkaian kegiatan HJT. Sebab prosesi ini dinilai terlalu sakral. Kendati bisa dilaksanakan, namun harus mendapatkan Idin dari Jou Sultan Tidore. Sebagai gantinya pihak penyelenggara HJT diberikan tugas untuk melaksanakan kegiatan Parade Juanga. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini