Pemkot Tikep dan PLTU Bahas Tuntutan Warga Rum Balibunga

/ Selasa, 17 April 2018 / 20.47
Rapat Pemkot Tikeo bersama PLTU Tidore
TIDORE- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Tidore Kepulauan gelar rapat pembahasan pernyataan sikap dan tuntutan masyarakat Kelurahan Rum Balibunga berkaitan dampak dari aktivitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan.

Rapat tersebut dipimpin Asisten Setda Bidang Tata Pemerintahan Pemkot Tidore Kepulauan, Umi Abdurrasyid yang dilaksanakan di ruang rapat kantor walikota, Selasa(17/4/2018). Inti pembahasan rapat itu tentang pengaduan masyarakat yakni masalah kesehatan, perawatan perumahan penduduk, Pemberian listrik gratis khusus untuk RT 05 serta rekrutmen pegawai PLTU diutamakan warga yang berdomisili di Kelurahan Rum Balibunga.

Umi Abdurrasyid menyampaikan kepada pihak PLTU  harus menindaklanjuti sejumlah keluhan warga setempat. “ Keluhan warga harus segera dilanjuti pihak PLTU,” ungkapnya.

Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup harus memberikan uji lab, agar supaya masyarakat tidak ragu dengan dampak dari PLTU itu sendiri. karenanya PLTU hadir Kota Tidore Kepulauan bukan 10 atau 20 tahun namun seumur hidup, ujar Umi.

Untuk menjawab tuntutan warga setempat, Asisiten Manager Pelayanan dan SDM PLTU Rum, M. Syaiful Ali menyatakan, pihak PLTU belum mendapat rincian dari masyarakat terkait perawatan rumah.
Karenaya, kehadiran PLTU masih seumur jagung, dan PLTU saat ini konsen terhadap penataan lingkungan. “ Kami peduli terhadap lingkungan, dan kami  juga tidak akan lepas tangan terhadap persoalan ini,” papar Syaiful.

“ Ini merupakan cambuk bagi kami, baik dari sisi sosial, budaya, agama. Untuk itu kami tidak membiarkan masyarakat menderita akibat dari dampak dari PLTU sendiri,” sambungnya.

Sementara hadir dalam rapat tersebut, Camat Tidore Utara, Lurah Rum Balibunga serta SKPD terkait Pemkot Tidore Kepulauan. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini