Pemuda Karang Taruna Malibato Gelar Malam Pentas Seni

/ Rabu, 11 April 2018 / 20.10
Sultan Tidore Husain Sjah

TIDORE - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi TIdore (HJT) yang ke 910 Tahun 2018.  Pemuda Karang Taruna Malibato, Kelurahan Goto bekerjasama dengan pihak Pemerintah Kelurahan menggelar  Pentas Seni dan Panggung Kebudayaan.

Kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Malibato tema " Merawat Tradisi dan Budaya sebagai Jati  Diri Generasi Tidore " yang dipusatkan di Kelurahan Goto. Selasa (10/4/2018) malam kemarin.
Sementara kegiatan itu dibuka Wakil Walikota Tidore Kepulauan diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Djamaluddin Badar.

Wawali dalam sambutannya mengatakan, budaya yang kita miliki merupakan kekayaan yang patut kita jaga dan akan kita wariskan kepada generasi berikutnya. Olehnya itu, melalui malam pentas seni dan panggung kebudayaan ini marilah kita semua, untuk menjadikan tradisi Tidore sebagai roh dari perilaku kehidupan sehari-hari kita, kapan dan di mana pun berada.

Lanjutnya, tema kegiatan pada malam hari ini  Merawat Tradisi dan Budaya Sebagai Jati Diri Generasi Tidore. Menurutnya, tema tersebut memiliki makna yang mendalam dan strategis. karenanya diharapkan menjadi salah satu media atau momentum generasi tidore untuk membangkitkan budaya tidore sebagai jati diri, dan ini merupakan sebuah kebanggaan yang kita punyai, ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sultan Tidore H.Husain Sjah dalam Orasi Kebudayaannya mengajak  kita semua agar bersama-sama merawat tradisi untuk menunjukan jati diri dan harus dipelihara untuk generasi kedepan.

Sultan juga berpesan kepada generasi muda agar kembali ke jati diri  dan merawat tradisi, karena merupakan kekayaan yang sangat luar biasa dan jangan dianggap remeh, generasi muda harus memiliki sifat rasa malu dan takut kepada Allah S.W.T sehingga tidak kehilangan jati dirinya, tuturnya.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini, bertujuan untuk mengembangkan potensi kecerdasan dan kreatifitas masyarakat dan generasi muda dalam menumbuhkan nilai-niali kebudayaan serta mempertahankan kan nilai-nilai positif budaya lokal di tengah-tengah modernitas. “ Kegiatan ini akan diakhiri dengan Pembakaran Obor/Dama pada Hari Rabu 11/4 malam nanti,” tutur  Supriyanto Ade dalam laporannya.

Selain tarian dan seni budaya lainnya, kegiatan ini juga di meriahkan dengan Pameran Buku, Pameran Foto Arsip Sejarah yang terdiri dari foto para Sultan maupun Tokoh-tokoh terkenal lainnya. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini