Pergantian Kepsek SMAN 31 Halsel Terindikasi Nepotisme

/ Selasa, 10 April 2018 / 02.11
SMAN 31 Halsel
HALSEL-  Alwin Hasini menanggapi pergantian dirinya selaku Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 31 Halmahera Selatan (Halsel)  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. 

Menurut Alwin, kronologis pemutasian dilakukan pada tanggal 19 Januari lalu dikeluarkan surat tugas Nomor:800/30/2018 yang memerintah saudara Mahlin Mandar sebagai Plt SMAN 6 Halsel menggantikan Wahid La Baaji yang dimutasikan sebagai pengawas Sekolah Menengah Atas (SMA) Provinsi Maluku Utara.   

Anehnya,  di saat yang sama tanggal 19 Januar  keluar pula surat tugas Nomor: 800/31/2018 Mahlin Mandar Plt Kepala SMAN 31 Halsel menggantikan dirinya (Alwin Hasini) yang di mutasi ke sebagai guru SMAN 37 Halslel.
Dalam mutasi itu, pihaknya membantah  bahwa dirinya di issu kan jarang bertugas di SMAN 31 Halsel, Desa Sum, Kecamatan Obi Timur. 

“ Kalau saya tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, tentunya pastinya masyarakat desa sum atau guru-guru sudah melaporkan  saya ke pengawas atau kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku Utara yang membawahi aktifitas Kepala Sekolah dan guru-guru se-Kabupaten Halmahera Selatan, kan tidak ada. Bahkan ada laporan masyarakat, guru dan kepala desa yang melaporkan kepsek di pengawas atau cabang dinas tentang prilaku kepsek mereka sementara SMAN 31 Halsel tidak ada laporan dari masyarakat atau guru-gurunya,” tutur Alwin Hasini melalui pers realeasenya ke media ini. Senin (9/4/2018). 

Karenanya, Kata  Alwin,  tuduhan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terhadap dirinya itu sama sekali tidak benar dan mengada-ngada.  Kalau pun itu ada pastinya bersumber dari pihak-pihak atau oknum yang tidak bersimpati kepada dirinya karena mereka merasa tersaingi dengan penegerian SMA LPM Madapolo menjadi  SMAN 37 Halsel.

Alwin juga membantah dengan tegas apa yang telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Imran Yakub tentang tuduhan kepadanya bahwa  dirinya tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Menurut Alwin, ini merupakan konspirasi tingkat tinggi untuk menjadikan dirinya sebagai kambing hitam. Lantaran surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 800/30/2018  tertanggal 19 Januari 2018 tentang pergantian saudara Mahlin Mandar dengan saudari Wahid La Baaji, karena saudara Wahid La Baaji memprotes surat keputusan itu. 

Masih Kata Alwin, pada tanggal 29 Januari 2018. Ia di telepon oleh bapak Ridwan M.Nur meminta nama lengkap dan Nomor Induk Pegawai (NIP). Alhasil, dalam surat tugas  yang dikeluarkan itu ada kekeliruan berupa pangkat dan golongan dan berakhir dengan keluarnya surat tugas tertanggal 19 Januari 2018 Nomor :  800/31/2018 tentang diangkatnya saudara Mahlin Mandar sebagai Plt Kepala Sekolah SMAN 31 Halsel dan dirinya di mutasi ke SMAN 37 Halsel. 

Untuk itu, Alwin mempertegas bahwa alasan  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara memutasi dirinya sungguh tidak beralasan.

Ini perlu juga ketahui publik bahwa pergantian ini ada hubungan kekeluargaan dengan saudara Mahlin Mandar dengan bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara yaitu kakak kandung bapak kadis saudaranya Iksan Yakub, merupakan ipar dari Mahlin Mandar,” tutupnya.(tim)
Komentar Anda

Berita Terkini