Polairud Polda Malut Larang Nelayan Tangkap Ikan Napoleon

/ Sabtu, 21 April 2018 / 18.05
Ikan Napoleon 
TERNATE - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Malut Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Arif Budi Winofa memberikan warning kepada nelayan untuk tidak menangkap ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) atau sebut ikan maming bagi masyarakat Maluku Utara.

"Kami sekarang sedang mensosialisasikan terkait pelarangan penangkapan ikan Napoleon yang di kenal di Malut yaitu ikan Maming sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor  37 tahun 2013, tentang penetapan status Perlindungan Ikan Napoleon," tutur  Arif Budi Winofa saat di konfirmasi ruang kerjanya. Sabtu (21/04/2018)

Lanjut Arif, Ikan Napoleon tersebut paling banyak berkembang di Indonesia hanya di empat lokasi, di laut Natuna, laut Anambas, laut raja Ampat, dan di laut Wakatobi

"Di wilayah Malut juga cukup banyak, perkembangan dari ikan Napoleon ini, dan biasa di konsumsi oleh masyarakat pesisir daerah ini,” ungkap Arif.

Arif Menambahkan, saat ini kami sedang mengincar para nelayan untuk melakukan pelarangan penangkapan ikan Napoleon,

" Ikan Napoleon ini masuk dalam apendix dua, dalam hal ini pengambilannya atau pengmanfaatanya harus diatur, untuk mencegah kepunahan,” tukas Winofa.

Bahkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sudah merancang untuk melarang, penangkapan ikan Napoleon dan akan di lindungi. Olehnya itu, kata Arief Budi Winofa, pihaknya menunggu kapan keluarnya peraturan itu, sehingga pihaknya bisa sosialisasikan.

“ Beberapa waktu lalu kami juga sudah melaksanakan sosialisasi di beberapa tempat yakni di pasar perikanan dufa-dufa, pasar ikan higienis kota Ternate, dan tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bastiong,” ujarnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 Tahun 2013 telah di atur bahwa  pelindungan terbatas ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) berukuran dari 100 (seratus) gram sampai dengan 1000 (seribu) gram; dan ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) lebih dari 3000 (tiga ribu) gram.

“ di bawah ukuran 1 kilo gram tidak di perbolehkan dan di atas ukuran 3 kilo gram juga tidak dapat di perbolehkan, namun pemanfaatan ikan napoleon harus ada ijin, dan harus berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikanan setempat," tukasnya.

Sementara untuk ancaman pidana pasal 7 ayat (2) huruf J dan N Jo pasal 100C undang-undang RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

"Dalam hal ini tindak pidana sebagaimana yang di maksud dalam pasal 7 ayat (2) dilakukan oleh nelayan kecil atau pembudi daya ikan kecil, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000," tegas Arif. (YSM)

Komentar Anda

Berita Terkini