Sempat DPO Bandar Narkoba Diringkus Ditresnarkoba Polda Malut

/ Selasa, 03 April 2018 / 00.49
Direktur Resnarkoba Kombes Pol Mirzal Alwi dampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar ketika Press Conference

TERNATE-  Fahri Ahmad alias Tri sebelum ditangkap sempat buron kemudian masuk  Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Reserse Narkoba Polda Malut. 

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Malut, Kombes Pol Mirzal Alwi menyatakan penangkapan Fahri Ahmad alias Tri pada hari Sabtu (31/3) pekan kemarin. Diketahui tersangka juga merupakan DPO Polda Malut sejak awal bulan Februari 2018 lalu. 

Sebelum  diringkus tersangka menumpangi salah satu kapal dari Kota Jayapura tujuan Kota Ternate. Sesampainya di Pelabuhan Ternate tersangka langsung dibuntuti polisi.  

“Setelah kapal berlabuh  di Ternate, anggota saya langsung membuntutinya, setibanya di kediaman DPO di Kelurahan Kasturian, Kecamatan Kota Ternate Utara. tim Resnarkoba kemudian melakukan penggerebekan terhadap tersangka Fahri Ahmad alias Tri, ungkap Mirzal Alwi dampingi Kabid Humas Polda AKBP Hendri Badar saat menggelar  Press Conference di Polda Malut. Senin (2/4/2018).

Lanjutnya, tersangka saat ditangkap ditemukan sejumlah barang bukti dan berhasil diamankan berupa narkoba golongan satu berjenis ganja sebanyak 42 paket kecil. 

“Ada 42 paket yang kita dapat, sekarang dia kita proses sebagaimana yang di tentukan oleh hukum,” tegasnya.

Selain DPO, Tersangka Fahri Ahmad alias Tri diketahui sebagai salah satu bandar pemasok ganja dari Papua ke Maluku Utara.

“ Hampir seluruh pengungkapan kasus narkoba jenis ganja ini berasal dari Papua yang dipasok melalui jalur laut melalui kapal penumpang. Sedangkan narkoab jenis shabu dipasok dari wilayah Makassar dan pulau Jawa,” bebernya.

Mirza menjelaskan, Maluku Utara saat ini sudah tergolong pada zona rawan peredaran narkoba. Hal itu berdasarkan  hasil pengungkapan kasus  peredaran dan  penyalahgunaan narkoba berbagai jenis yang dilakukan Polda Malut menangkap 300 sekian orang tersangka baik pengedar maupun  pemakai narkoba.

“Jumlah 300 tersangka kasus narkoba terhitung dari pertengahan tahun 2017 hingga Maret 2018,” papar Mirzal. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka Fahri Ahmad alias Tri dikenakan pasal berlapis yakni pasal 111 dan pasal 114 ayat (1) UU 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman 5-20 tahun kurungan penjara, tukasnya. 

Ia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara agar bersama-sama dengan aparat kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Malut.

“Narkoba masuk pada kejahatan luar biasa. Sehingga dibutuhkan peran masyarakat untuk turut memerangi narkoba,” ujarnya. (Tim)
Komentar Anda

Berita Terkini