Setda Kota Tidore Kepulauan Gelar Rapat Pengendalian Inflasi

/ Jumat, 27 April 2018 / 00.26
Rapat Pengendalian Inflasi, Kamis (26/4/2018)

TIDORE- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui bidang ekonomi pembangunan dan Kesejateraan rakyat Kota Tidore Kepulauan, menggelar rapat Pengendalian Inflasi yang bertempat di ruang rapat walikota Tidore.Kamis (26/4/2018)

Rapat dipimpin oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Muhammad Yasin didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Halil Ahmad dan dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara Dwi Tugas Waluyo , Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah Maluku Utara Sutopo Abdulah,  Ketua Asosiasi pedagang Bawang Rica Tomat ( Barito) Maluku Utara Nur Sidin serta Pimpinan OPD terkait.

Asiesten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Muhammad Yasin mengatakan rapat terkait inflasi ini rutin dilaksanakan setiap bulan untuk mengetahui perkembangan inflasi di Kota Tidore khususnya sehingga dapat diketahui secara pasti inflasi  melemah atau menguat.

“Inflasi ini dapat di pengaruhi oleh faktor internal dan eksternal di dalam daerah maupun dari luar daerah”.ucap Muhammad Yasin

Sementara, Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Maluku Utara Dwi Tugas Waluyo menjelaskan inflasi di Maluku Utara dari bulan Januari sampai maret 2018  sebesar 1,6 persen dan di bulan april mengalami tekanan yang kuat disebabkan Negara –Negara berkembang sangat tergantung dengan Negara- negara besar seperti Amerika dan masih banyaknya impor dari luar negeri.

“jika perekonomian Negara Amerika membaik tentunya suku bunga akan naik karena peredaran dolar di Indonesia berkurang secara perlahan untuk itu koordinasi kebijakan antara Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD),  BI Maluku Utara dan TPID Maluku Utara sangat penting untuk mencari solusinya”.jelasnya

Ketua Asosiasi pedagang Bawang Rica Tomat ( Barito) Maluku Utara Nur Sidin mengatakan di tahun 2001-2005 tomat Tidore dari Gurabunga dan bawang Topo menjadi primadona di Kota Ternate.

“Setiap harinya Kota Tenate kebutuhan tomat 3 – 4 Ton dan bulan Februari April pasokan Tomat dari Gurabunga sebanyak 50 Ton untuk itu Kota Tidore Kepulauan memerlukan pengembangan pendampingan yang serius sehingga hasil panennya bisa disuplai dengan baik”.tuturnya

Menurutnya, kualitas tomat khas Tidore dari Gurabunga yang asli, bibitnya belum di ambil dari luar dan merupakan kualitas tomat nomor satu di Maluku Utara.
“Kebutuhan tomat di Ternate perharinya bisa mecapai 90 ton sehingga  Kedepan Kota Tidore memerlukan data dan informasi kapan petani menanam tomat, kapan panen sehingga jika stok mencukupi bisa mengurangi impor tomat dari, luar daerah”.jelasnya

Sekertaris Tim Pengendali Inflasi Daerah Maluku Utara Sutopo Abdulah mengatakan jika stok pangan dari dalam daerah masih mencukupi pasokan dari luar provinsi Maluku utara dapat dibatasi atau dihentikan untuk membantu petani - petani lokal untuk itu kedepannya memerlukan kordinasi yang baik dari dinas terkait ke TPID Maluku Utara.

Usai rapat dilanjutkan dengan peninjaun lokasi di Gurabunga untuk memantau secara langsung hasil – hasil perkebunan di Gurabunga dan berdialog langsung dengan para petani sehingga bisa diketahui kendala – kendala apa yang dihadapi agar didapatkan solusinya.(Dar)

Komentar Anda

Berita Terkini