Soal Rencana Bongkar Posko AGK-YA, Kadis Perkim Kota Ternate Enggan Temui Wartawan

/ Senin, 30 April 2018 / 20.06
Kadisperkim Kota Ternate, Rizal Marsaoly
TERNATE – Rupanya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate Risal Marsaoly, terkesan menghindar dari wartawan pada saat awak media mendatangi kantornya di jalan Yos Sudarso Kota Ternate. Kedatangan para awak media ini bertujuan konfirmasi berita terkait rencana Disperkim Kota Ternate akan membongkar Posko paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara AGK-YA yang berlokasi di benteng Orange, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, sebagaimana isi surat pemberitahuan Disperkim tentang pemberitahuan pembongkaran posko AGK-YA nomor: 640/194/DPRKPP/2018 tertanggal 24 April 2018 lalu.

Saat akan ditemui wartawan, Senin (30/4/2018), Risal Marsaoly melalui sekretaris pribadinya (sespri) menyebutkan, saat ini kepala dinas belum bisa ditemui karena sedang bersama bawahannya (staf) di ruangan. “ Bos belum bisa ditemui, jadi wartawan tunggu saja. Kalau sudah bisa ditemui baru diberitahukan,” ucap sespri.

Para wartawan pun menunggu sesuai apa yang disampaikan sespri. Berselang 10 menit kemudian, salah satu staf Disperkim menghampiri dan menanyakan maksud serta tujuan kedatangan wartawan di kantor Disperkim. Mendengar pertanyaan tersebut, para wartawan menjelaskan maksud dan tujuannya, setelah mendapat penjelasan, staf itu kemudian mengarahkan wartawan bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Permukiman dan Pengendalian Kawasan guna dimintai keterangan.

“ Ngoni (Kalian) wartawan wawancara pak mus saja, karena surat pemberitahuan itu pak mus yang tanda tangan,” tutur sespri.

Para awak media pun lantas menemui Kepala Bidang yang dimaksud. Saat akan di wawancarai Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pengendalian Kawasan itu membenarkan surat pemberitahauan tersebut ditanda tangani olehnya.

“ Memang saya yang tanda tangan, namun yang berkewenangan memberikan komentar adalah pucuk pimpinan. Karena saya hanya melanjutkan instruksi kepala dinas,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Disperkim tesebut menuai protes dari Aliansi Anak Negeri Maluku Utara. Dimana dalam surat penolakan Aliansi Anak Negeri Malut disebutkan, langkah pemerintah Kota Ternate dalam hal ini Disperkim dianggap provokatif kalau hanya membongkar baliho atau posko miliki AGK-YA.

Padahal. keberadaan posko tersebut sama sekali tidak mengganggu ataupun mengurangi daripada estetika benteng Orange. Sementara, baliho paslon nomor urut 2 yaitu Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) terpasang di sejumlah ruang publik seperti taman Taboko namun dibiarkan begitu saja. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini