Tiga Tahun, AGK Berikan Beasiswa S1 Sebanyak 1.300 Orang dan S3 100 Orang

/ Kamis, 05 April 2018 / 13.57
 
 Peletakan Batu Pertama Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate

SOFIFI -  Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawa kepemimpin Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba meraih seabrek prestasi dan penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat dalam kurung waktu tiga tahun.

Jika dilihat kebijakan KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK) selama memimpin Maluku Utara khususnya  di bidang pendidikan salah satunya adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang menunjukan tingkat partisipasi sekolah berdasarkan kelompok umur, dihitung dari proporsi dari semua anak yang masih sekolah terhadap penduduk pada kelompok umur tertentu. Makin tinggi angka APS menunjukkan makin tinggi peluang dalam mengakses pendidikan.

Di mana, APS Penduduk Maluku Utara Tahun 2016 pada kelompok umur 7-12 sebesar 99,14 persen dan APS 13-15 tahun sebesar 96,90 persen, menunjukan tingginya partisipasi masyarakat pada wajib belajar 9 tahun.  APS umur 16-18 tahun pada 2014 sebesar 69,04 persen naik menjadi sebesar 75.58 persen dan APS pada usia 19-24 terlihat makin meningkat penduduk Maluku Utara yang mengakses pendidikan tinggi, yaitu dari 26,42 persen pada tahun 2014 meningkat menjadi 31,75 persen.  Performa APS Provinsi Maluku Utara masih lebih baik bila dibanding capaian Nasional. 

Sementara Kebijakan di bidang Pendidikan Dasar sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pendidikan dasar menjadi urusan pemeritahan kabupaten dan kota. Namun, untuk tingkatan SD/MI, rata rata setiap sekolah melayani 130 siswa, rata-rata jumlah guru pada setiap sekolah 9 guru, dan rata-rata setiap guru melayani 15 siswa.  Untuk tingkatan SMP/MTs, rata rata setiap sekolah melayani 131 siswa, rata-rata jumlah guru pada setiap sekolah 13 guru, dan rata-rata setiap guru melayani 10 siswa.

Akan tetapi, melihat ketersediaan guru dan sekolah yang ada, tingkat pelayanan cukup baik.  Hal ini dapat dilihat dari capaian Angka Melek Huruf APK, APM, dan APS yang cukup baik sebagaimana yang telah diuraikan dalam aspek kesejahteraan sosial. Yang perlu ditingkatkan adalah kualitas sekolah dan kualitas guru serta penyebarannya pada setiap sekolah.

Sementara kebijakannya Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba Khususnya di bidang Pendidikan Menengah sampai tahun 2016 jumlah sekolah menengah sebanyak 353 terdiri dari 177 SMA, 110 SMK dan 66 MA. Jumlah guru 3,660 dan jumlah siswa 28.781. dimana Rasio guru per siswa untuk SMA pada angka 6,72, SMK 9,30 dan  MA pada angka 6,72.

Sedangkan, kondisi Gedung SMA tidak termasuk MA, 177 sekolah terdapat 1304 kelas, sebanyak 664 ruangan butuh rehabilitasi ringan dan 196 sekolah butuh rehabilitasi berat. Untuk 117 SMK yang terdiri dari 709 kelas, 397 kelas butuh rehab ringan dan 45 kelas rehab berat. Kondisi Gedung SMK, dari 117 sekolah, terdapat 709 kelas dan sebanyak 397 ruangan butuh rehabilitasi ringan, 45 ruang butuh rehabilitasi berat. Namun semuanya telah diperbaiki.

Tak Hanya itu, pendidikan khusus juga diarahkan pada pendidikan rakyat Indonesia yang berkebutuhan khusus. Berdasarkan data Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Provinsi Maluku Utara, sekolah untuk menampung siswa berkebutuhan khusus terdiri dari 11 SDLB, 7 SMPLB dan 3 SMALB.  Dari segi kelayakannya didominasi oleh belum layak dalam pemenuhan standar, namun semangat untuk mendidik perlu ditingkatkan. 

Bahkan, kebijakan Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba untuk sumber daya manusia (SDM) terlihat nyata keperpihakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara  terutama di bidang Pendidikan Tinggi. Dari  21 perguruan tinggi (PT) di Maluku Utara, baik negeri maupun swasta. Berdasarkan data  bahwa semua kabupaten memiliki perguruan tinggi. Kota Ternate memiliki 7 (tujuh) perguruan tinggi, yang salah satunya adalah Perguruan Tinggi Negeri.

Pada tahun 2015, 2016 dan 2017, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mendorong melalui bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing PT meskipun terbatas, dalam bentuk bantuan sarana prasarana, peralatan, atau beasiswa mahasiswa dan dosen.

Pembangunan atau kegiatan Bidang Pendidikan yang dilaksanakan pada tahun 2014-2017. Di mana kerjasama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di Provinsi Maluku Utara juga terbilang berjalan baik.

Kerjasama  yang dilakukan Pemprov Malut dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana, bantuan/hibah serta kajian dan penelitian serta pemberian beasiswa kepada mahasiswa/i yang tidak mampu dan berprestasi. 

Karenanya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan Gubernur KH.Abdul Gani Kasuba, telah memberikan beasiswa yang disebut “Beasiswa Kie Raha” kepada Mahasiswa Maluku Utara yang menempuh pendidikan ditingkat Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, dan Tugas Akhir Study, seperti antara lain pada tahun 2015 dan 2016 bantuan beasiswa yang diberikan Pemprov Maluku Utara yakni Diploma dan S1 Tahun 2015 sebanyak 414 orang, 1.300 orang di Tahun 2016, Magister (S2) 160 orang Tahun 2015, 200 orang di Tahun 2016. Doktor (S3) 62 orang Tahun 2015 dan 100 orang di Tahun 2016.

Dengan Begitu,  Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba juga mendorong pembentukan Fakultas Kedokteran di Universitas Khairun Ternate sekaligus membangun gedung Fakultas Kedokteran yang saat ini sedang dalam tahap pekerjaan. (cul) 
Komentar Anda

Berita Terkini